August 2, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Peneliti Arab Saudi: Turki Menyembunyikan Kerugian Ekonomi Negara. Foto ilustrasi: Seorang pria mengibarkan bendera Turki di luar Hagia Sophia era Byzantium, di distrik bersejarah Sultanahmet di Istanbul, Jumat, 24 Juli 2020. Foto: Republika.co.id

Turki Menyembunyikan Kerugian Negara Dan Hubungannya Dengan AS

BerandaIslam.com — Abdullah bin Bijad Al-Otaibi, seorang peneliti Saudi mengatakan, Recep Tayyip Erdogan menyembunyikan kerugian ekonomi negara akibat penyebaran kekacauan dari Mediterania Timur ke Kaukus seperti dikutip melalui Republika (20/10).

Turki telah menyebar kekacauan dari Azerbaijan ke Libya, hingga ke Suriah, wilayah yang minyaknya dieksploitasi oleh Turki, tulis Al-Otaibi. Selain itu, wilayah Laut Hitam juga telah menjadi tempat eksperimen sistem di atas laut rudal S-400 Rusia.

Disisi lain, Ankara telah berdiri kuat di belakang Azerbaijan dalam konfliknya yang baru-baru ini berkobar dengan Armenia atas perebutan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, dan diduga meminta tentara bayaran Suriah untuk membantu sekutunya.

Negara ini juga terlibat dalam konflik di Libya, dan mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional. Turki, baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan maritim dengan GNA dalam upaya untuk mempermudah upaya negosiasi dengan Yunani. Turki juga terus mempertahankan kehadiran militer di Suriah dan Irak, mengingat banyaknya kelompok bersenjata Kurdi yang beroperasi di negara-negara Timur Tengah yang diperangi.

“Transformasi Turki, dari negara stabil menjadi negara yang mempromosikan dan menyebarkan malapetaka, adalah bagian dari konteks sejarah yang kompleks dan panjang,” ujar Al-Otaibi, yang berpendapat bahwa Turki telah menempuh perjalanan jauh dari visi negaranya, yang dikutip di Ahval News, Selasa (20/10).

Di dalam Soal Jawab Hizbut Tahrir juga diungkapkan bahwa “Turki memainkan masalah Azerbaijan sesuai dengan rotasinya di orbit Amerika dan melaksanakan perintah-perintah Amerika. Turki menandatangani perjanjian perdamaian komprehensif dengan Armenia di Zurich, Swiss pada 10/10/2009 ….”.

“Perlu diketahui, Erdogan sebelum hal itu menolak kesepahaman dengan Armenia sebelum Armenia menarik pasukannya dari wilayah Azerbaijan yang diduduki di Karabagh dan sekitarnya. Diikatnya perjanjian ini datang atas permintaan langsung dari mantan Presiden AS Obama. Dalam kunjungannya ke Turki pada 6/4/2009, Obama menyerukan penyelesaian perselisihan antara Turki dan Armenia dan mewujudkan perdamaian di antara keduanya setelah hubungan antara kedua pihak terputus dan perbatasan ditutup pada tahun 1993. Erdogan pun mematuhinya dan menandatangani perjanjian perdamaian komprehensif dengan Armenia, tanpa menyinggung masalah Azerbaijan dan pendudukan Armenia atas wilayah Azerbaijan, juga tanpa menyinggung masalah imigran yang berjumlah sekitar satu juta orang Muslim Azerbaijan …” tulis soal jawab tersebut sebagaimana dikutip dari hizb-ut-tahrir.info (5/10)

Bahkan Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa penandatanganan itu merupakan peristiwa bersejarah dan bahwa AS berpartisipasi di dalamnya. Hal ini menunjukkan Turki terlibat aktif hubungannya dengan AS. []

(wi)