June 20, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Judi Online Menyeret Anak-Anak Pada Kesengsaraan

Oleh : Fitri Khoirunisa, A.Md (Aktivis Muslimah Produktif )

Semakin canggih teknologi semakin berbahaya pula bagi masyarakat, salah satunya anak-anak dan pemuda saat ini yang mencari kesenangan hanya bermodalkan gadget mereka bisa mendownload aplikasi apapun. Salah satunya aplikasi judi yang berwujud game online dan yang tengah merebak adalah judi slot.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiade mengatakan bahwa penyebaran judi online slot tengah menyebar ke anak di bawah umur dengan total kerugian Rp900 ribu per bulan. Kemungkinan, judi online slot diunduh oleh anak-anak yang usianya masih di bawah umur karena judi online slot mucul dalam bentuk gim (permainan) yang disukai anak-anak.

Seperti yang terjadi pada anak-anak di Tangerang pada tahun lalu, mereka tidak menyadari bahwa kartu gim yang mereka beli merupakan bagian dari judi online ketika memindai QR Code pada kartu. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan adanya anak-anak yang terpapar judi online setelah memindai QR Code pada kartu gim anak-anak.

Kemudian Laporan BBC Indonesia menyebutkan laporan terbaru PPATK menemukan 2,7 juta orang Indonesia terlibat judi online – sebanyak 2,1 juta di antaranya adalah ibu rumah tangga dan pelajar – dengan penghasilan di bawah Rp100.000. Pelajar yang disebut adalah anak-anak dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa. (edukasiokezone.com, 28/11/2023)

Pemerintah mengklaim telah bertanggung jawab dengan memutus akses 40 ribu platform judi online. Total pemberangusan platform judi slot sejak Juli 2018 sampai 7 Agustus 2023 mencapai 886.719 konten. Setiap harinya, ada pemutusan 1.500—2.000 situs dan puluhan aplikasi, termasuk aplikasi gim terkait perjudian online.(muslimahnews.net)

Namun, apakah adanya  pemutusan ini akan berdampak positif bagi masyarakat, melihat bahwa kebijakan pemerintah dalam memutus akses platform judi online ini masih sangat tebang pilih. Ditambah lagi, dalam hitungan detik saja, terus bermunculan situs-situs judi online yang  baru. Bahkan, banyak pengakses judi online menggunakanvirtual private network (VPN) yang bisamemanipulasi koneksi jaringan agar bisa mengakses situs-situs yang sudah diblokir.

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan industri judi online menjadikan anak-anak sasaran karena banyak hambatan ke orang dewasa. Celah judi online dimanfaatkan dengan memasang gambar figur, artis, kartun, dan isu kekinian. Beginilah wajah lain kapitalisme, memangsa siapa pun yang bisa menghasilkan keuntungan, meski harus merusak generasi bangsa.

Penelitian Komisi Perjudian Inggris pada 2021 mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja berisiko tinggi mengalami gangguan (akibat) perjudian. Sekitar 350 juta orang di seluruh dunia menunjukkan perilaku perjudian yang bermasalah setiap tahun, hanya 10% dari mereka yang mempertimbangkan pilihan menerima perawatan medis. (hidayatullah.com).

Alzena Masykouri, seorang psikolog anak menyebutkan, aktivitas judi memiliki sifat dasar yang menggugah rasa penasaran seseorang, terutama pada anak dan remaja. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan menjadi masalah ketika berakhir kecanduan dan tidak bisa mengendalikan diri, dari sini anak menjadi pemarah dan tidak lagi bisa untuk dinasehati.

Korban judi online terus datang dari kalangan anak-anak, tanpa danya pengawasan dari orang tua anak dengan mudah mengakses apa saja. Pemerintah hanya mengatakan kerugian dari sisi materi (uang), tetapi tidak berusaha memberikan tindakan preventif dan kuratif secara sistemis. Kalaupun ada tindakan pemutusan akses, itu dilakukan secara tebang pilih dan beberapa situs judi masih bisa beroperasi. Penyelesaian masalah ini mustahil tuntas dalam sistem demokrasi kapitalisme.

Jika masa kecil anak-anak sudah dirusak oleh Judi online ini, kita bisa lihat ketika mereka besar akan lebih parah lagi, akan di bawa kemana generasi jika sudah hancur. Sistem kapitalis berhasil membuat generasi kehilangan jati diri, sehingga ketika mereka di tanya soal Islam mereka tidak tau apa-apa, mereka mungkin buta huruf alquran dan tidak bisa mengaji.

Hanya Islam Yang Dapat Membina Umat

Dalam sistem kapitalisme, industri-industri yang merusak manusia terus tumbuh subur. Industri hiburan, tayangan dan film-film yang berbau porno, peredaran narkoba dan miras, termasuk industri judi online. PPATK melaporkan bahwa nilai transaksi judi online mencapai Rp155 triliun. Penghasilan bandar judi online bisa mencapai Rp3 miliar dalam sehari.

Direktur Siyasah Institute Iwan Januar mengatakan rakyat Indonesia mengidap kanker akut bernama judi online. Jika begitu, kanker akut ini hanya bisa diobati dengan syariat. Ada beberapa solusi yang harus ditempuh negara untuk menyelesaikan judi online pada anak. Pertama, membina masyarakat, termasuk anak, dengan pemikiran yang benar bahwa judi merupakan perbuatan haram. Bukan hanya merugikan manusia, tetapi juga dilarang agama (Islam).

Kedua, melakukan rehabilitasi pada anak yang kecanduan dengan mengarahkan dan membimbing mereka agar tidak kembali terpengaruh dengan judi online. Selain peran orang tua, masyarakat dan negara juga bertanggung jawab melakukan pengawasan. 

Ketiga, negara bertindak tegas kepada bandar, pemain, maupun pembuat situs-situs judi online. Juga memberikan sanksi yang membuat mereka jera hingga tidak ada lagi celah mengakses judi, baik offline dan online.

Allah akan memberikan keberkahan dari langit dan bumi jika kita menjadikan Islam sebagai pegangan. Namun bagaimana keberkahan bisa turun ke negeri ini jika kemaksiatan makin masif terjadi? Allah telah tegas mengharamkan judi (maisir). Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Maidah: 90).

Jadi jalan satu-satunya untuk menyelamatkan generasi dari kerusakan akibat judi ialah melalui tegaknya syariat Islam dalam naungan Khilafah. Generasi dalam Islam terbina dengan pemikiran Islam, berakidah dan berkepribadian Islam yang kukuh, serta berprestasi dalam akademik dan bermanfaat di tengah umat. []