April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

ttps://anspikalbar.home.blog/2019/09/27/dari-islam-fundamental-terorisme-ekstremisme-hingga-islam-radikal/

M-15 Intelijen Inggris: Islam Radikal Ancaman Negara, ANSPI : Radikal yang Mana?

BerandaIslam.com — Sebagaimana dilansir melalui Republika (16/10) Ken McCallum, Direktur Jenderal Jaringan Keamanan Nasional M-15 Inggris membuat pernyataan dengan menyebut radikalis Muslim sebagai ancaman terbesar yang dihadapi bangsa saat ini. “Terorisme ekstremis Islam… berdasarkan volume tetap menjadi ancaman terbesar kami,” kata direktur baru dilantik pada bulan Maret yang lalu itu, yang dikutip di Israel National News, Jumat (16/10).

“Masih ada puluhan ribu orang berkomitmen pada ideologi ini (radikal), dan kami harus terus memindai jumlah yang lebih kecil dalam kelompok besar yang pada saat tertentu mungkin bergerak ke arah serangan,” tambahnya.  

McCallum menjelaskan bahwa Islam radikal adalah penyebab kekhawatiran terbesar Inggris, bahkan dunia.  

“Memiliki seseorang ‘di radar kami’ tidak sama dengan menempatkan mereka di bawah pengawasan real-time yang terperinci. Penilaian yang sulit tentang prioritas dan risiko harus dibuat,” katanya. 

Di sisi lain banyak pengamat menilai radikalisme adalah sesuatu yang baik. Dalam artian kesungguhan untuk kembali pada Islam. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Lembaga Kajian ANSPI di dalam artikelnya yang berjudul “Dari Islam Fundamental, Terorisme, Ekstremisme Hingga Islam Radikal”.

Di dalam artikel tersebut telah mengungkapkan bahwa saat ini banyak pihak sering terjebak dalam persepsi buruk sebuah kosa kata khususnya kata radikal. Apalagi belum jelasnya defenisi radikal yang dimaksud ketika berhadapan dengan kelompok-kelompok yang menginginkan syariah Islam tetapi anti kekerasan dan tanpa kekerasan.

Oleh karena itu, redaksi kata tersebut sering disalah artikan sebagai tindakan kekerasan. Sehingga sesuatu yang dianggap radikal selalu dianggap menakutkan. Terlebih ketika pengertian negatif radikal itu disematkan pada ajaran Islam. Hasilnya akan berdampak buruk, sehingga umat disesatkan dan secara tidak sadar menyudutkan Islam.

“…penggunaan istilah upaya untuk memerangi kaum ”Islam radikal” adalah pesanan AS dan sekutu-sekutunya yaitu Barat itu sendiri yang perlu musuh utama baru, dalam rangka terus ditetapkan untuk meraih tujuan. Untuk aktivitas perang melawan Islam militan atau Islam radikal” tulis artikel tersebut.

Sementara itu, menurut laporan Breitbart, ketua M-15 baru, telah gagal menyebutkan organisasi radikal kiri seperti Antifa dan BLM di antara ancaman keamanan negara.

Sumber: 

http://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/289183
https://republika.co.id/berita/qian0h320/m15-intelijen-inggris-islam-radikal-ancaman-negara
https://anspikalbar.home.blog/2019/09/27/dari-islam-fundamental-terorisme-ekstremisme-hingga-islam-radikal/