October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Siyasah Institute melalui direkturnya, Irwan Januar, membeberkan 3 hal penting dalam pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini disampaikannya pada program Kabar Petang Live News Khilafah Channel, Jumat (11/6/2021) lalu, melalui kanal youtube KC News dengan tema “Umat Butuh Pelayanan Ibadah Haji Sepenuh Hati”.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bahwa pelayanan ibadah haji harus dengan keihklasan, integritas, amanah dan kejujuran. Jadi penyelenggaran ibadah haji bukan untuk mencari profit.

“Baik yang pertama tadi sudah saya sampaikan bahwasanya ini harus diurus dengan ikhlas, intregritas, amanah, jujur ya karena ini melayani tamu-tamu Allah jadi andaikata pun ada biaya omh begitu ya yg harus dibayar itu betul betul untuk perjalanan mereka dan bekal mereka. Jadi jangan berpikir sekali kali pemerintah itu profit didalam ibadah haji ini ya. Misal untuk masuk APBN ni oh jangan demikian, ini untuk melayani tamu-tamu Allah seperti itu ini yang pertama” ujarnya.

Ia juga menjelaskan yang kedua harusnya yang berangkat adalah yang memiliki kemampuan dan uang kas serta diutamakan yang belum pernah berangkat haji agar antrian tidak terlalu panjang.

“Yang kedua adalah kemudian mulai mengurai antrian itu, jadi prioritaskan satu yang sudah punya uang kas yang mau berangkat yang kedua adalah yang mereka belum pernah berhaji. Nah dengan begitu maka akan terurai yang namanya antrian panjang sekali itu ya” jelasnya.

Adapun yang ketiga Irwan menyampaikan kewajiban negara untuk membangun sarana prasarana infrastruktur termasuk kesiapan administrasi dan protokol kesehatan dan ini bukan hanya Indonesia saja tetapi seluruh negeri-negeri Islam lainnya.

“Negara harus membangun sarana prasarana infrastruktur dan ini gak bisa hanya Indonesia tetapi memang harus dunia islam membangun seperti itu kemudian para tamu-tamu Allah ini mereka mendapatkan tempat yang layak, nyaman dan aman selama pelaksanaan ibadah haji seperti itu ya… nah disini saya kira pasti bisa lah ya, negara dengan segala powernya itu bisa untuk mengatur protokol kesehatan termasuk diantaranya seandainya memang ya harus mengurangi kuota” ungkapnya.

Ia juga berpesan bahwa penyelenggaraan haji ini merupakan amanah yang pertanggungjawabannya besar di sisi Allah swt.

“Bagaimana misalnya ya walaupun naudzubillah ternyata uangnya gak ada lagi lah itukan sangat berharap sangat tidak terjadi tetapi misalkan terjadi masya Allah ini berat sekali, berat nanti pertanggung jawabannya terhadap jamaah begitu” tegasnya.