October 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan yang meminta masyarakat agar tidak memandang buruk kedekatan Indonesia dengan China yang telah terjalin selama ini ditanggapi oleh Direktur Elfikra, Ahmad Rizal, bahwa kita tidak bisa menyatakan seperti itu karena kita harus mewaspadai proyek-proyek dari China tersebut.

“Pak luhut menyatakan bahwa kita tidak perlu khawatir ini tentu tidak bisa kita mengatakan seperti itu … (China) dalam memberikan investasi-investasi …. bisa berupa pinjaman-pinjaman itu dan juga proyek-proyek infrastruktur …. memberikan hibah atau memberikan pinjaman atau memberikan semacam bantuan dalam pengelolaan proyek infrastruktur ini banyak sekali catatan-catatan yang patut kita waspadai.” ujarnya pada program Kabar Petang Live News Khilafah Channel, Jumat (11/6/2021) lalu, melalui kanal youtube KC News dengan tema “Investasi Dan Dominasi Impor China Di Level Bahaya”.

Sebagaimana diketahui keterangan Luhut tersebut disampaikan dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/6) lalu. Luhut menyatakan bahwa kita jangan marah-marah terus sama China, karena dua per tiga obat-obat dunia itu diproduksi di China. Di sisi lain, lanjut Luhut, kedekatan pemerintah dengan China sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi yang bermanfaat bagi pengembangan industri farmasi dalam negeri.

Namun menurut Ahmad Rizal dulu pada tahun 2017 Srinlanka pernah mendapatkan pinjaman dari China namun banyak syarat yang harus dipenuhi misalnya menyertakan pembelian barang dan bahan dari China termasuk para pekerja ahli maupun non-ahli yang harus dari China hal ini akan menjadi persoalan bila berpotensi gagal bayar.

“Menjadi persoalan dikemudian hari apalagi kemudian proyek-proyek ini juga berpotensi untuk gagal bayar kalo memang proyek-proyek ini tidak berjalan dengan mulus sehingga kalo ada potensi gagal bayar dan kemudian tidak ada asset yang bisa digunakan dijaminkan untuk membayar hutang-hutang kepada China, maka yang harus menjadi konsekuensi itu semua adalah berbagai macam proyek infrastruktur yang dikerjakan di Indonesia ini juga harus rela diserahkan dalam hal ini adalah kepemilikan sahamnya itu akan sebagian besar dimiliki oleh China dan ini sangat menguntungkan bagi China” jelasnya

Direktur Elfikra tersebut menjelaskan bahwa China saat ini sedang berupaya untuk menguasai perdagangan global dunia yang tertuang dalam startegi OBOR (One Belt One Road)

“Dia (red_China) berupaya untuk menguasai perdagangan global dunia, nah ini juga tertuang didalam strategi China salah satunya adalah program Belt and Road Initiative yang dari China itu yang dulu namanya OBOR (One Belt One Road) itu sehingga ini menjadi perkara yang harus kita perhatikan dengan seksama….” terangnya.
Ia pun melanjutkan bahwa kita tidak bisa melihat China itu hanya sekedar mitra sebuah negara kemudian kita menganggap sangat membutuhkan China, pernyataan tersebut bisa mengancam kedaulatan negeri jika komuditas-komuditas atau produk-produk China masuk ke dalam negeri.

“Apabila seluruh komoditas-komoditas atau produk-produk China masuk ke negeri kita dan kita mengalami ketergantungan terhadap China ini sangat berbahaya bagi kedaulatan negeri kita ini di Indonesia ini” pungkasnya.