October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Rezim Mesir telah menerapkan aturan yang tidak adil selama bulan Ramadhan kemarin. Rezim ini memalsukan berbagai fakta peristiwa dan meneror serta mengadili masyarakat. Hal ini sebagaimana ditulis oleh Anggota Kantor Media Hizb ut-Tahrir di Wilayah Mesir, Profesor Said Fadl di dalam artikel yang berjudul “Pilihan Rezim Mesir : Antara Mengeksekusi Rakyat dan Teror Negara!” dikutip dari situs alariah.net (5/5) lalu.

“Penerapan aturan yang tidak adil oleh rezim terhadap rakyat ini berlangsung selama bulan Ramadan—yang mana mereka dan rakyat Mesir sedang berpuasa, fokus bermunajat kepada Allah. Mereka mengambil keuntungan dari kemarahan pembalasan dendam yang dibuat oleh para pendukungnya, dengan memalsukan fakta-fakta di serial yang ditayangkan; dan yang disadari oleh rakyat Mesir (bahkan para pendukungnya) bahwa itu adalah kebohongan. Tidak ada rumah di Mesir yang belum ternoda oleh api rezim ini” tulisnya di situs tersebut.

Ia menjelaskan semua ini terjadi bersamaan dengan dimulainya pemulihan hubungan antara rezim Mesir dan Turki. Disusul seruan-seruan yang ditujukan untuk mendinginkan suasana. Juga seruan rekonsiliasi di balik penentangan yang selama ini dianut Turki.

Sebagaimana diketahui banyak media dan situs web di jejaring sosial melaporkan eksekusi baru yang dilakukan oleh rezim Mesir terhadap tahanan yang dijatuhi hukuman mati dengan digantung dalam kasus penyerbuan Kantor Polisi Kerdasa, di mana terdakwa membunuh 17 polisi dari Kepolisian Kerdasa. Hal ini juga sehubungan dengan tayangan serial Al-Ikhtiyar 2 (The Choice 2), yang membahas periode Revolusi Januari dan setelahnya, pembubaran Rab’aa, dan lain-lain.

“Ini bertepatan dengan seruan untuk memperbarui wacana agama dan mendistorsi orang-orang yang berjuang untuk menerapkannya, menangkapi dan memaksa mereka untuk mengakui kejahatan yang tidak mereka lakukan sejak awal; mendistorsi secara sistematis terhadap dasar-dasar Islam, memperbarui wacananya, serta membebaskan tangan kaum sekuler untuk merusak Islam, serta merusak kesucian dan simbolnya” ungkap Profesor Said di tulisannya.

Ia juga menjelaskan bahwa semua itu atas dasar tujuan jahat yang mereka usahakan di tengah umat, yaitu mengubah konsep-konsep Islam serta tafsirannya sesuai dengan apa yang diinginkan Barat.

“….menjamin kelangsungan hegemoni Barat atas negeri-negeri kita, juga menjamin pemberangusan setiap suara yang suatu saat mungkin menuntut negara untuk menerapkan Islam dan mengembannya ke seluruh dunia” tulisnya.

Ia menambahkan bahwa sebenarny, umat mengetahui jalannya sekalipun mereka tidak mengambil kendali atas urusannya. Hanya saja, umat sedang meraba-raba secercah harapan yang dapat membimbingnya dalam gelapnya jalan huru-hara ini, sampai kemudian berakhir dengan pertolongan dari Allah.

“… tipu daya ini terus berlangsung selama Islam ada. Penjagaan, kemenangan, dan kekuasaan adalah hak. Hak ini adalah dari Allah bagi mereka yang berjuang dengan tulus dan jujur berdasarkan perintah Rabb mereka, untuk menerapkan Islam di negaranya, yakni Khilafah rasyidah alaa minhaj an-nubuwwah” tegasnya di akhir tulisan.(wi)