August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Anggota Kantor Media Hizb ut-Tahrir di Wilayah Mesir, Profesor Said Fadl mengungkapkan rezim mesir menantang perasaan rakyat dan terus-menerus menguji kesabaran mereka. Hal ini dinyatakan di dalam tulisan yang berjudul “Pilihan Rezim Mesir : Antara Mengeksekusi Rakyat dan Teror Negara!” yang dikutip dalam situs alariah.net (5/5) lalu.

“Rezim ini (Mesir) menantang perasaan rakyat dan terus-terusan menguji kesabaran mereka, dengan penangkapan dan eksekusi berulang kali, bahkan membunuhi lawan-lawannya meski di luar kerangka hukum, atau dalam apa yang disebut sebagai konfrontasi dan penggerebekan keamanan” tulisnya.

Ia menjelaskan banyak media dan situs web di jejaring sosial melaporkan eksekusi baru yang dilakukan oleh rezim Mesir terhadap tahanan yang dijatuhi hukuman mati dengan digantung dalam kasus penyerbuan Kantor Polisi Kerdasa, di mana terdakwa membunuh 17 polisi dari Kepolisian Kerdasa. Hal ini sehubungan dengan tayangan serial Al-Ikhtiyar 2 (The Choice 2), yang membahas periode Revolusi Januari dan setelahnya, pembubaran Rab’aa, dan lain-lain.

“Tidak ada orang waras yang akan menerima narasi resmi yang diucapkan para saksi palsu, atas fakta dan peristiwa yang mana darah para korbannya pun belum mengering, bahkan luka dalam yang terdapat di tubuh orang-orang yang hidup pada periode itu pun belum sembuh” ungkapnya di situs tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa para petugas keamanan berperilaku buruk, menghinakan dan menakutkan bagi rakyat, dan menjadikan rakyat seperti budak.

“Kami tidak mengatakan ini karena ketaktahuan mereka, tetapi dari bukti dan pengindraan, bahwa industri dan produk-produk mereka yang muncul dalam pekerjaan sebelumnya, menunjukkan bagaimana petugas keamanan berurusan dengan rakyat dan bagaimana memperbudak mereka” terangnya di dalam tulisan.

“Hamza al-Bassiouni dan Salah Nasr memiliki sejarah tak terlupakan yang mendokumentasikan keburukan nyata dari rezim kriminal yang sedikit banyak mewarisi kriminalitas” jelasnya di tulisan tersebut.

Professor Said juga menuliskan bahwa rakyat Mesir menyadari kebohongan rezim dan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada mereka.

“Rakyat Mesir menyadari kebohongan mereka (rezim) tentang semua itu, tidak memercayai mereka, dan tidak disebarluaskan kecuali oleh segelintir orang yang dibayar oleh rezim dan mereka yang berkepentingan terkait dengan keberadaannya” tulisnya dengan tegas.