July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Sejak munculnya Teori Generasi (Generation Theory), kita diperkenalkan istilah generasi X, Y, dan Z. Teori ini dilakukan untuk mencari jalan tengah agar antar generasi tersebut dapat saling memahami dan mengerti. Selain itu, kita juga menjadi tahu bahwa generasi manakah yang mendominasi di abad ini.

Merujuk dari beberapa sumber, berdasarkan teori tersebut, ada 5 generasi yang lahir setelah perang dunia kedua dan berhubungan dengan masa kini. Antara lain :

Pertama, Generasi Baby Boomer (lahir tahun 1946 – 1964), yakni generasi yang lahir setelah Perang Dunia II. Generasi ini memiliki banyak keluarga dan saudara, akibat dari banyaknya pasangan yang berani untuk mempunyai banyak keturunan. Dianggap sebagai orang lama yang mempunyai pengalaman hidup.

Kedua, Generasi X (lahir tahun 1965-1980), yakni generasi yang merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan data nya pun menggunakan floopy disk atau disket.

Ketiga, Generasi Y (lahir tahun 1981-1994), yakni dikenal dengan sebutan generasi millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter.

Keempat, Generasi Z (lahir tahun 1995-2010), disebut juga i-Generation, generasi-net atau generasi internet. Mereka hampir memiliki kesamaan dengan generasi Y, tetapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu, seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing, dan mendengarkan musik. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil sudah terbiasa dengan teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Kelima, Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025), disebut juga sebagai generasi yang lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar.

Kalau kita perhatikan banyak para pemimpin baik itu negara maupun perusahaan masih didominasi oleh generasi X. Sementara itu generasi Y masih menggeliat, mencari kemapanan dalam bidang pekerjaan maupun pribadi, tidak dipungkiri beberapa sudah menjadi pimpinan sebuah perusahaan sejak usia muda. Generasi Z yang merupakan keturunan dari generasi X dan Y, sekarang ini merupakan anak-anak muda yanag rata-rata masih mencari jati diri, beberapa di antaranya sudah mempunyai penghasilan sendiri yang cukup besar karena internet.

Islam memandang tidak ada masalah dengan berbagai defenisi tersebut selama untuk mengungkapkan suatu fakta. Namun Islam punya standar dan ukuran, bagaimana membangun generasi setiap masa. Remaja dan umat Islam adalah bagian dari peradaban Islam yang memeliki peran yang penting.

Islam Menjadi Asing, Tapi Jangan Tinggalkan Islam

Dalam suatu hadis Rasulullah saw bersabda : “Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,”Islam itu bermula dalam keadaan asing, dan Islam akan kembali menjadi asing sebagaimana dia bermula, maka beruntunglah bagi orang-orang yang asing.” (HR Muslim, no. 145)

Imam Ibnu Taimiyyah berkata, ”Hadis ini tidak berarti jika Islam menjadi asing maka boleh meninggalkan ajaran Islam itu –nauzhu billahi min dzalik– bahkan sebaliknya sebagaimana firman Allah SWT (artinya), ”Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan pernah diterima darinya dan dia di Akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran : 85), juga firman Allah SWT (artinya),”Sesungguhnya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran : 19).

Allah SWT juga berfirman yang (artinya),”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS Ali Imran : 102) (Ibnu Taimiyyah, Majmu’ Al Fatawa, 18/291).

Artinya perubahan zaman karena perkembangan teknologi maupun internet tidak akan merubah Islam dari sisi konsep ketauhidan dan ajaran. Bahkan semua yang ada saat seharusnya yang menyesuaikan dengan hukum-hukum Islam. Remaja Islam wajib terikat dengan hukum Islam tersebut, dan kemungkinan akan menjadi remaja yang terasing tetapi bukan dari sisi teknologi namun terasing dari sikap dan prilaku yang berbeda daripada yang lain, karena ketaatan terhadap syariah.

Berbagai Keutamaan Generasi al-Ghuroba (Terasing)

Menjadi remaja Islam yang berbeda daripada yang lain karena memegang teguh ajaran Islam, tentu saja memiliki berbagai keutamaan. Hal ini karena mereka berpegang teguh kepada Islam. Adapun keutamaanya adalah sebagai berikut :

  1. Masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
    “Maka beruntunglah bagi orang-orang yang asing.” (HR Muslim, no. 145). Kata thuuba, adalah wazan fu’laa dari kata dasar ath thayyib, yang berarti surga atau pohon yang besar di surga.
  2. Mendapat pahala senilai pahala 50 orang sahabat Nabi saw, sesuai dengan sabda Rasulullah saw. :
    “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran. Kesabaran pada masa itu bagaikan menggenggam bara api. Bagi yang tetap istiqomah menjalankan ajaran Islam pada masa itu, akan mendapat pahala 50 orang yang mengamalkan seperti ajaran Islam itu. Ada yang bertanya,”Hai Rasulullah, apakah pahala 50 orang di antara mereka?” Jawab Rasulullah SAW,”Bahkan pahala 50 orang di antara kalian (para shahabat).” (HR Abu Dawud, hadits hasan).
  3. Dirindukan oleh Rasulullah saw, untuk bertemu di telaganya (al haudh), sesuai sabda Rasulullah saw. :
    “Aku sangat ingin bertemu dengan saudara-saudaraku.” Berkatalah para sahabat Nabi SAW,”Bukankah kami adalah saudara-saudara Anda?” Rasulullah SAW bersabda,”Kalian adalah para sahabatku. Namun yang kumaksud saudara-saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku sedang mereka tidak pernah melihat aku.” (HR Ahmad dan Thabrani, hadis shahih).

    Salah satu ciri umat yang dirindukan oleh Rasulullah SAW itu, adalah istiqomah dalam Islam, tidak melakukan perubahan atau mengganti ajaran Islam dengan yang lain.

    Dalam riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda “Aku sangat ingin melihat saudara-saudaraku.” Berkatalah para sahabat Nabi SAW,”Bukankah kami adalah saudara-saudara Anda?” Rasulullah SAW bersabda,” Kalian adalah para sahabatku. Namun yang kumaksud saudara-saudaraku adalah orang-orang yang belum datang (generasi umat Islam masa depan), dan aku akan mendahului mereka di dekat telagaku.” Mereka bertanya,”Bagaimana Anda dapat mengenali umatmu yang datang sesudah Anda?” Rasulullah SAW menjawab,”Tidakkah kamu melihat kalau seorang laki-laki punya seekor kuda, yang ada tanda putih di dahi dan di kakinya, bukankah dia dapat mengenalinya?” Mereka menjawab.” Ya dapat wahai Rasulullah.”

    Rasulullah saw. bersabda,”[Demikian pula] mereka akan datang pada Hari Kiamat dengan ghurran (tanda putih di dahi) dan tahjiil (tanda putih di tangan dan kaki) sebagai bekas wudhu, dan saya akan mendahului mereka di Telagaku. Ingatlah, sungguh akan terusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana onta tersesat terusir.

    Aku lalu memanggil mereka, “Hai kemarilah! Hai kemarilah, Hai, kemarilah!” Lalu dikatakan (kepadaku),“Sesungguhnya mereka melakukan perubahan setelahmu.” Lalu aku (Nabi SAW) berkata kepada mereka,“Menjauhlah kamu! Menjauhlah kamu!” (HR Muslim).

Demikianlah bagaimana beruntungnya remaja Islam yang terasing di tengah-tengah dominasi ide, pemikiran dan sikap yang bertentangan dengan Islam. Dan Islam tidak menjadikan remaja tersebut jauh dari teknologi ataupun sains, namun dapat menggunakan sains dan teknologi tersebut sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT. []