April 11, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Jadilah Pemuda yang Taat Kepada Allah

Oleh Umar (Aktivis Mahasiswa Muslim)

Pemikiran pemuda pemudi Muslim saat ini sedang merosot, mereka tidak lagi memahami pemikiran Islam dari segi akhlaq, aqidah, fiqih, muamalah sehingga tidak tunduk pada syariah Islam. Mereka terpengaruh dengan pemikiran asing atau barat. Akibatnya banyak yang terjerat pada pergaulan bebas, narkoba, gaya hedonis, pacaran, freesex  serta tawuran.

Khusus bagi para pemudinya sebagai calon ibu rumah tangga bagi generasi masa depan lebih mengidolakan artis-artis yang notabene tidak mengenal agama. Meniru gaya orang-orang barat baik dari segi fashion maupuan dari segi pergaulan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini juga sudah dikabarkan oleh baginda Rasulullah saw. dalam hadits sahih riwayat al-Bukhari (No.3197) dari Abu Said radianlahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda : “Kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lubang biwak kalian pasti akan mengikutinya”.

Dari hadis di atas tergambarkanlah apa yang terjadi pada saat sekarang ini. Para pemuda dan pemudi sejengkal demi sejengkal mengikuti pemikiran-pemikiran asing/barat yang jauh dari Islam. Sehasta demi sehasta mereka juga mengikuti budaya dan kebiasaan asing.

Terbuktilah perkataan Nabi tersebut, bahwa pada zaman saat ini mereka sudah terjebak dan mengikuti pemikiran, budaya dan prilaku asing dan mereka tidak lagi memahami, mengenal bahkan tidak bangga akan para pejuang atau pemimpin-pemimpin Muslim. Kisah-kisah sejarah nabi, Rasulullah dan para sahabat padahal mereka juga pemuda, tidak lagi jadi idola. Begitulah gambaran terpuruknya pemikiran pemuda saat ini.

Pemuda dan pemudi adalah penerus risalah dan para pemimpin masa depan. Mereka juga yang kana mencetak generasi-generasi pemudah selanjutnya yang berkualiatas. Namun hal itu akan dicapai, jika memahami Islam dan Syariah-Nya, mereka juga harus tunduk kepada pencipta. Karena hanya dengan itulah para pemuda dan pemudi Islam akan berkembang dan maju peradaban Islam seperti para pendahulu mereka.

Dari sini kita belajar pentingnya memahami dan melaksanakan syariah-Nya serta menjauhi laranga-Nya, karena tidak ada aturan selain aturan Allah yang berhak diikuti dan Nabi Muhammad sebagai satu-satunya contoh dan suri tauladan bagi para pemuda. Jika bukan Nabi Muhammad yang diikuti, maka siapa lagi yang akan diikuti dalam rangka memehami Islam dan mentaati Allah?

Karena tidak mungkin mengikuti orang lain yang tidak memahami Islam. Kita hidup di dunia ini hanya ada dua pilhan saja, apakah mau mengikuti aturan  islam atau mengikuti aturan yang bukan berasal  dari islam. Ingatlah bahwa sampai hari kiamat terjadi maka iblis akan selalu mengoda manusia supaya tidak tunduk pada aturan al-khaliq.[]