September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Amerika memilki kepentingan pada konflik Yaman, hal ini dinyatakan oleh Prof Sulaiman Al-Muhajiri di dalam artikel yang berjudul “Ada Apa di Balik Pergerakan Politik Terkini yang Terjadi Antara Kedua Belah Pihak Konflik di Yaman?” sebagaimana dilansir dari alariah.net (23/6).

Sulaiman Al-Muhajiri menyatakan terkait Amerika, bahwa langkah-langkah diplomatik yang dilakukan oleh wakilnya ke Yaman tidak menyeriusi gencatan senjata, bahkan jika mereka mengklaim bahwa mereka berusaha untuk melakukannya.

Mantan Duta Besar Amerika, Patrick Theros pernah berkata di siaran pers, “Perang yang terjadi di Provinsi Ma’arib akan menjadi faktor penentu arah konflik di Yaman.” (Aden Gad, 30/5)

Sebagaimana yang nampak, pertempuran di Ma’arib adalah titik penentu bagi Amerika, pengikut dan para anteknya. Oleh karena itu, tujuan Amerika bukanlah untuk melakukan gencatan senjata ataupun ikut campur dalam negosiasi politik saat ini, dan juga bukan untuk mendukung apa yang disebut oleh pemerintahan Hadi, akan tetapi Amerika ingin mengulur waktu sampai Houthi menguasai Ma’arib, lalu muncul sebagai kekuatan yang berpengaruh di Yaman.

Kegagalan terakhir delegasi Oman di Sana’a sebagai bukti, dengan adanya ledakan kuat –membantah para koalisi bahwa mereka ada di balik kejadian ini– di markas besar Divisi Lapis Baja ke1 (First Armored Division) di ibu kota san’a. Sementara Tujuan dari ledakan tersebut adalah untuk menggagalkan upaya kedatangan delegasi Oman dan untuk menampakkan kelompok Houthi di hadapan delegasi Oman bahwa merekalah yang diserang dan mereka berhak atas haknya.

Jika Amerika serius terkait gencatan senjata seperti yang diklaimnya, pasti akan memberlakukan hal tersebut, sebagaimana yang pernah ia lakukan untuk menyelamatkan Houthi dalam Perjanjian Stockholm tahun 2018 di Hudaidah. Ketika itu agen Inggris maju di Hudaidah –yang merupakan garis hidup bagi Houthi dan Amerika, melalui Kerajaan Saud– menekan Hadi untuk menyetujui Konferensi Swedia dan menyetujui apa yang diputuskan olehnya. Namun saat ini, ia ingin Houthi menguasai Ma’arib, dan setelah itu nego siasi serta pengendalian Amerika atas Houthi akan menjadi kuat.

Sulaiman juga menjelaskan konflik Anglo-Amerika di Yaman diperkirakan dengan perangkat lokal dan regionalnya akan terus berlanjut, selama sistem kapitalisme global dan pandangannya tentang maslahat dan manfaat masih mendominasi di tengah-tengah masyarakat.

“Inilah yang kami simpulkan dari berlangsungnya peperangan dan pergerakan di Kota Ma’arib yang menjadi krusial bagi kedua belah pihak, yaitu agen Inggris –yang diwakili oleh apa yang disebut legitimasi– dan agen Amerika –yang merupakan milisi Iran di Yaman. Jika kota ini serta penguasaannya menyebabkan peperangan yang krusial, maka penghentian perang oleh salah satu pihak bukanlah hal yang mudah, karena semua orang telah banyak berkorban karenanya.” tulis Sulaiman di dalam artikel tersebut.

Sumber :
https://www.alraiah.net/index.php/political-analysis/item/6149-what-is-behind-the-recent-political-moves-between-the-two-sides-of-the-conflict-in-yemen