September 16, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menghubungi rekan barunya ‘Israel’, mengucapkan selamat kepadanya karena memangku jabatan dan menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral mereka. Erdogan berbicara dengan Presiden ‘Israel’ yang baru dilantik Yitzak Hertzog melalui telepon pada hari Senin, (12/7).

Selama panggilan telepon, presiden Turki mengatakan dia menekankan peran penting yang dimainkan ‘Israel’ dan Turki dalam memastikan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Keduanya juga berbicara tentang potensi “kerja sama tinggi” di bidang energi, pariwisata dan teknologi, kata Erdogan setelah panggilan telepon.

Hertzog mengakui panggilan itu dalam sebuah tweet pada hari Selasa, (13/7) mengatakan kedua kepala negara “menekankan bahwa hubungan ‘Israel’-Turki sangat penting untuk keamanan dan stabilitas di Timur Tengah” dan bahwa mereka “menyetujui kelanjutan dialog di untuk meningkatkan hubungan antara negara kita”.

“Saya berbicara beberapa jam yang lalu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki, yang menelepon untuk memberi selamat kepada saya karena mengambil posisi saya sebagai Presiden Negara Israel. Kami berdua menekankan bahwa hubungan Israel-Turki sangat penting bagi keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Kami menyepakati kelanjutan dialog untuk meningkatkan hubungan antar negara kami” tulisnya di akun twitter @Isaac_Herzog.

Mengakui ketidaksepakatan di masa lalu, Erdogan mengatakan komunikasi antara Israel dan Turki harus dipertahankan terlepas dari potensi perselisihan di masa depan. Berbicara tentang hubungan Turki dengan Israel pada bulan Desember, Erdogan menekankan bahwa masalah berada di atas pemerintahan.

Komentar :

Seharusnya penguasa kaum Muslim yang sejati adalah penguasa yang takut kepada Allah SWT terkait segala hal. Baik itu kebijakan dalam mengurusi urusan rakyat, mengatur hubungan negara Muslimnya dengan negara lain, serta mempunyai sikap yang jelas terhadap mereka yang menduduki tanah kaum Muslim juga tidak mengakui pendudukan tanah kaum Muslim dengan mengirim tentara untuk membebaskannya. Bukan malah menjalin hubungan diplomatik dengannya.

Kewajiban penguasa Muslim yang sebenarnya adalah mengembalikan isu Palestina ke pangkuan aslinya, yaitu umat Islam, sebab itu adalah isu kaum Muslim, bukan isu konflik kepentingan. Sehingga kewajiban terkait isu Palestina adalah mengadopsi solusi Islam untuk isu-isu kaum Muslim, dan membebaskannya dari pendudukan untuk mengembalikan sejengkal tanah kaum Muslim.

Oleh karenanya umat Islam memerlukan negara Khilafah bukan negara demokrasi. Yakni negara Khilafah ‘ala minhājin nubuwah, yang akan segera tegak dengan izin Allah SWT, yang dapat mengambil keputusan tegas dan yang akan membebaskan negeri-negei kaum Muslimin. Semoga Allah SWT untuk mempercepat kemenangan dan kekuasaan bagi kaum Muslim, yang merupakan janji Allah SWT, dan kabar gembira dari Rasul-Nya SAW.

Sumber:
hizb-ut-tahrir.info, 14/07/2021.