October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Ada kepentingan Inggris pada konflik Yaman, hal ini dinyatakan oleh Prof Sulaiman Al-Muhajiri di dalam artikel yang berjudul “Ada Apa di Balik Pergerakan Politik Terkini yang Terjadi Antara Kedua Belah Pihak Konflik di Yaman?” sebagaimana dilansir dari alariah.net (23/6). “Inggris terus berusaha dengan segala cara dan prasarana yang canggih untuk melindungi Ma’arib Kota Migas, baik melalui langkah-langkah diplomatik dan memperdayakan negara-negara Eropa, maupun dengan mengikuti Amerika –seperti biasanya– ke dua arah” tulisnya di artikel tersebut. Adapun keempat langkah tersebut diantaranya :Pertama, menggunakan Uni Eropa, terutama di Provinsi Ma’arib dan sekitarnya seperti Shabwa, perusahaan minyak Austria (OMV) dan perusahaan Total, milik Prancis di Balhaf. Hal itu dilakukan demi mengacaukan kepentingan Amerika. Langkah-langkah diplomatik Eropa bertepatan dengan memuncaknya serangan Houthi di Ma’arib pada awal Februari lalu. Hal itu dilakukan atas nama gencatan senjata, pemindahan berkas usulan perdamaian dan penyelesaian politik yang terhalang di Yaman.Delegasi Eropa –termasuk Duta Besar Uni Eropa, Prancis, Belanda dan Swedia– di Yaman telah melakukan kunjungan ke Aden dan Sana’a, di mana ia bertemu dengan penanggung jawab pemerintahan Hadi dan sejumlah pemimpin senior Houthi (Emirates Policy Center, 2/4).Kedua, pertemuan Menteri Inggris untuk permasalahan Timur Tengah dan Afrika Utara, James Cleverly, dengan Menteri Luar Negeri Yaman.Kantor berita resmi Yaman ‘Sabaa’ melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmed Awad berdiskusi di ibu kota Saudi, Riyadh, bersama dengan Menteri Inggris untuk permasalahan Timur Tengah dan Afrika Utara, James Cleverly, mengenai perkembangan politik di Yaman dan kerja sama antara kedua pemerintahan untuk membangun perdamaian, memulihkan keamanan, stabilitas dan gencatan senjata, dimulai dengan melakukan perdamaian yang komprehensif dan langgeng di Yaman (23/5).Ketiga, kunjungan Menteri Luar Negeri Pemerintahan Hadi, Ahmad Awad bin Mubarak ke Kesultanan Oman untuk membahas upaya pemberhentian perang. Menteri Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa kunjungan itu “Bertujuan untuk mengoordinasikan upaya bersama mengenai isu-isu regional dan mendorong proses politik, terlebih setelah Houthi menolak inisiatif segala jenis perdamaian regional dan internasional.”Keempat, peran para antek dalam membela kepentingannya dan mengimbangi Amerika. Peran ini tampak jelas dengan adanya kunjungan delegasi Oman ke Sana’a dan pertemuannya dengan para petinggi Houthi. Kunjungan ini bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Yaman, Ahmad Aud bin Mubarak ke Muscat. Di waktu yang sama, Emir Kuwait, Syekh Ahmad Nawaf As-Shabah mengirim pesan kepada pemimpin Yaman, Abd Rabbah Manshur Hadi untuk berupaya menyegerakan solusi, dan seperti inilah gerakan diplomatik berlangsung.Inggris melalui rekan, agen dan pengikutnya berusaha melakukan gencatan senjata dan melindungi Kota Minyak Ma’arib dari kekuasaan Houthi dan menjaga kepentingannya, karena Ma’arib dianggap sebagai wilayah vital di Yaman. Hanya saja, Amerika menggagalkan (pergerakan)nya melalui para pengikut dan agen-agennya juga.[] (wi)Sumber :https://www.alraiah.net/index.php/political-analysis/item/6149-what-is-behind-the-recent-political-moves-between-the-two-sides-of-the-conflict-in-yemen