August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com — Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, kembali mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Hal ini menunjukkan islamophobia dan anti Islam masih terjadi.

Sebagaimana dilansir melalui laman Republika (2/9), penerbitan itu untuk menandai dimulainya persidangan bagi terduga pembantu penyerangan kantor majalah tersebut pada 2015.

“Kami tidak akan pernah pasrah. Kami tidak akan pernah menyerah,” tulis editor Laurent Sourisseau dalam kutipan di halaman depan majalah yang akan dipublikasikan dalam versi cetak pada Rabu (2/9), waktu setempat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk menghakimi keputusan Charlie Hebdo tersebut. Dia menyebut Prancis mempunyai kebebasan berekspresi.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Forum Intelektual Muslim, Firdaus Asyqar, M.Sc memberikan pernyataan bahwa “Islamophobia dan anti Islam berlindung di balik kebebasan, dan kebebasan itu sendiri sejatinya standar ganda dan alat penjajahan bagi kelompok atau negara-negara yang menggunakannya sebagai asas kebijakan.” ujarnya kepada Beranda Islam.

Forum Intelektual Muslim yang berpusat di Pontianak, Indonesia, aktif dalam menyoroti permasalahan umat Islam yang ada idi dunia.

“Untuk menyelesaikan masalah umat Islam maka harus ada kekuatan institusi pemerintahan politik Islam yang sekaligus memberikan efek jera sikap anti agama dan anti Islam kepada siapapun” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 7 Januari 2015, sebanyak 12 orang, termasuk beberapa kartunis terkenal Charlie Hebdo tewas terbunuh dalam penembakan yang dilakukan oleh Said Kouachi dan Cherif Kouachi di gedung kantor majalah itu di Paris. (WI)