August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com, – Direktur Elfikra, Ahmad Rizal, mengungkapkan strategi China dalam menguasai perekonomian suatu negara diantaranya dengan memberikan pinjaman besar dengan syarat ketat yang berpotensi gagal bayar, sehingga kedekatan Indonesia dengan China yang telah terjalin selama ini harus diwaspadai.

“Nah ini patut untuk kita waspadai mengapa? karena China saat ini begitu massif memberikan pinjaman yang sangat besar dan juga tetapi dengan berbagai macam syarat……Nah ini maka menjadi persoalan di kemudian hari apalagi kemudian proyek-proyek ini juga berpotensi untuk gagal bayar kalo memang proyek-proyek ini tidak berjalan dengan mulus” ujarnya pada program Kabar Petang Live News Khilafah Channel, Jumat (11/6/2021) lalu, melalui kanal youtube KC News dengan tema “Investasi Dan Dominasi Impor China Di Level Bahaya”.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini China sedang melakukan strategi besar-besaran dalam dunia perdagangan untuk berupaya menguasai perdagangan global dunia.

“Ini juga tertuang di dalam strategi China salah satunya adalah program Belt and Road Initiative yang dari China itu yang dulu namanya OBOR (One Belt One Road) itu sehingga ini menjadi perkara yang harus kita perhatinkan dengan seksama” jelasnya.

Ahmad Rizal juga menambahkan bahwa politik China adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai konsumen berbagai produk-produk dari China itu sendiri.

“Jadi politik di Indonesia tidak lebih daripada kita dijadikan sebagai objek untuk produk-produk mereka sebagai pasar dari produk-produk mereka ini politik China dan kemungkinan ya disuatu saat nanti ketika proyek-proyek infrastruktur ini kemudian gagal bayar kemudian sahamnya sebagian besar dimiliki oleh China maka akan banyak sekali produk-produk China itu dengan mudahnya masuk ke dalam Indonesia” ungkapnya.

Direktur Elfikra itu juga menjelaskan bahwa untuk mempermudah proses distribusi produk-produk China masuk ke Indonesia dan kemudian menjadikan Indonesia sebagai negeri konsumen sehingga mematikan seluruh produk-produk yang ada di Indonesia karena harga yang ditawarkan oleh produk-produk China akan lebih bisa murah dengan distribusi yang murah juga apalagi kemudian China sering menggunakan strategi-strategi semacam devaluasi mata uang yuan.

“Dimana devaluasi yuan ini juga akan semakin mendorong harga-harga komoditas berupa manufraktur atau infrastruktur berasal dari China itu memiliki harga yang cukup murah nah kemudian ditambahkan dengan berbagai macam proyek-proyek yang kemudian sahamnya diambil alih oleh China ini akan semakin mempermurah dan kita akan semakin ketergantungan dengan China” pungkasnya. (tgh/wi)