October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Syariah islam sudah memberikan pengaturan terhadap bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu juga remaja islam. Remaja akan menjadi sehat apabila mereka memenuhi segala kebutuhannya dengan menjadikan islam sebagai standar dalam kehidupan. Kebutuhan manusia pada umumnya sama saja dengan kebutuhan para remaja.

Kebutuhan yang menuntut kepada pemenuhan diantaranya ada kebutuhan jasmani dan ada kebutuhan naluri. Adapun terkait kebutuhan jasmani, adalah kebutuhan pokok manusia, jika manusia tidak memenuhinya maka manusia tersebut bisa sakit atau sampai pada kematian. Misalnya terkait kebutuhan terhadap makanan, minuman ataupun istirahat. Sedangkan kebutuhan naluri adalah kebutuhan yang apabila tidak dipenuhi maka manusia akan menjadi gelisah. Misalnya kebutuhan beragama, pengakuan diri dan tertarik dengan lawan jenis (seks).

Khusus bagi remaja, kadangkala kebutuhan naluri tertarik dengan lawan jenis ini akan terus bergejolak, terlebih lagi di zaman berkembangnya media informasi dan komunikasi berbasis internet. Mudahnya remaja saat ini untuk membuat konten dan mendistribusikannya, terlebih lagi tidak ada upaya memberikan penyadaran.

Akses kepada konten-konten yang memancing gejolak pada lawan jenis terus-menerus dipertontonkan, dari tampilan yang semi-telanjang hingga yang tidak tertutup sama sekali. Wajar saja pabila remaja akan mengalami permasahan untuk penuntut kebutuhan naluri tersebut. karena kebutuhan ini suatu sunnatullah yang ada pada diri manusia. Namun kebutuhan ini tidak sebagaimana kebutuhan jasmani yang bisa menghantarkan kepada kematian, tetapi kebutuhan naluri hanya membawa kepada kegelisahan.

Maka dari itu islam memberikan pedoman dan mekanisme dalam mengatur berbagai kebutuhan manusia. Terkait kebutuhan naluri tadi maka manusia bisa mengalihkannya kedalam bentuk yang lain, karena kebutuhan naluri akan muncul apabila terpenuhinya dua faktor; yakni adanya fakta/objek yang di indera dan munculnya pikiran dalam benak. Kedua faktor ini harus ada, sehingga kebutuhan naluri pun akan muncul.

Oleh karenanya, islam memberikan panduan agar fakta/objek yang terindera serta pikiran yang muncul dalam benak dapat diarahkan. Bagi para remaja terlebih lagi mereka sudah balig,h menahan pandangan dan selalu menutup aurat adalah cara sederhana untuk menjaga diri. Di sisi lain pengaturan interaksi dalam bergaul juga harus dijaga, tidak bolehnya berduaan dengan lawan jenis atau campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa batasan akan memancing dan mengundang pikiran-pikiran di dalam benak, karena akan ada interkasi saling melihat dan mengindera fakta antara satu dengan yang lainnya.

Berbeda halnya pandangan barat dalam memandang aktivitas interaksi lawan jenis. Mereka memandang bahwa naluri tertarik lawan jenis selalu mengarah kepada hubungan seks. Dan ini harus dipenuhi, kalau tidka dipenuhi maka manusia akan sengsara. Pandangan ini justru akhirnya menjadikan masyarakat barat mengalami kerusakan moral, dan banyaknya pelecehan seksual, terlebih lagi remaja-remaja sudah dapat dipastikan sulit untuk diandalkan sebagai penerus generasi.

Oleh karena itulah Allah SWT telah memberikan seperangkat aturan agar tujuan penciptaan naluri seks tercapai, yaitu untuk meneruskan keturunan umat manusia. Dan Allah SWT menjaga dan mengingatkan akan bahaya dari penyimpangan ini, dalam Al-quran Surah Al-Israa ayat 32 : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Terkait tujuan pencipataan naluri tersebut Allah SWT berfirman dalam Al-quran Surah An-Nisaa ayat 1, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dna perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Jelas lah bahwa kebutuhan naluri seks, memiliki tujuan, dan Allah SWT juga memberikan pengaturan untuk manusia agar dapat memenuhinya. Dan adapun jalan untuk memenuhinya adalah dengan menikah. Apabila belum menikah, maka bagi para remaja dapat mengalihkan kebutuhan naluri tersebut kepada tempat yang lain, dengan cara tidak menghadirkan fakta/objek yang terindera dan tidak muncul pikiran dalam benak.

Namun semua hal tersebut dilandasi oleh iman yang kokoh dan kuat. Semata-mata dalam rangka mentaati Allah da rasulNya. Penanaman dan pengokohan aqidah islam harus dilakukan agar terbentuk pada diri remaja persepsi yang benar tentang tujuan hidup (yaitu beribadah kepada Allah SWT). Penanaman akidah yang kuat juga selanjutnya agar remaja memiliki persepsi akan ketaatan dan ketundukan kepada syariahNya.

Keimanan dan ketaatan inilah yang insyaAllah akan mencegah hadirnya persepsi kebebasan pergaulan yang penuh syahwat dalam diri remaja muslim. Dan tidak lupa pula peran dan dukungan pemerintah untuk menjaga dan memberikan informasi yang benar kepada para remaja, baik terkait hukum syariah islam maupun penjagaan tersebarnya konten-konten berbau seksual. Dan akhirnya remaja akan menjadi remaja yang sehat baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu’alam