August 2, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pentingnya ilmu sudah banyak dibahas. Namun, kenapa kita masih enggan atau malas mencarinya. Terlebih lagi para pemuda dan remaja, karena di tangan mereka lah generasi dan kehidupan ini di lanjutkan.

Mengingat juga Allah SWT telah bersumpah dengan waktu untuk menjelaskan keagungan dan urgensinya. Hal itu menunjukkan sebagai informasi dan peringatan tentang nilai urgensitas waktu. Diantaranya Allah berfirman : “Demi malam apabila menutupi. dan siang apabila terang benderang.” [TQS, Al-Lail : 1-2]. Dalam ayat yang lain : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” [QS. Al-‘Ashr : 1-2].

Pada ayat-ayat tersebut Allah menunjukkan waktu itu sangat penting. Kehidupan remaja termasuk salah satu bagian dari waktu yang penting yang kita miliki. Dan terkait waktu tersebut ada dua kondisi yang sangat penting. Pertama, terhadap aktivitas dakwah dan amal sholih, dan yang kedua, terhadap aktivitas menuntut ilmu.

Sobat sekalian, kebanyakan kehidupan kita saat ini dipengaruhi oleh apa yang kita dengar, apa yang kita baca dan apa yang kita saksikan. Terlebih lagi dunia internet begitu banyak informasi yang bisa kita peroleh.

Dari apa yang kita saksikan, biasanya muncul dalam benak ingin seperti orang yang kita saksikan, misalnya melihat kekayaan, atau kesenangan yang dilakukannya. Sehingga terlintas dalam benak kita dengan pikiran “enak ya seperti dia”, “aku ingin sukses seperti dia”, atau “kalau aku punya uang seperti dirinya maka aku akan begini dan begini.” Namun ternyata ada juga diantara kita yang ingin tapi hanya sekedar keinginan, karena ada hal lain yang ingin dilakukannya sehingga ia bisa menepis keinginan-keinginan tersebut.

Kenapa hal tersebut bisa muncul yaitu ada keinginan untuk mewujudkan dalam mendapatkan kesuksesan berupa harta dan ketenaran atau kenapa juga ada yang tidak menginginkan kesuksesan seperti itu, tetapi ingin meraih kesuksesan yang lain. Jawabannya adalah karena cara pandang. Karena cara pandang atau persepsi kita lah sehingga kita melihat sesuatu tersebut ingin diraih atau tidak.

Cara pandang yang bagaimana dan tentang apa? Yaitu cara pandang kita dalam melihat kehidupan. Apakah kita melihat kehidupan ini untuk meraih kekayaan saja? Atau kita melihat kekayaan harus diperoleh namun dengan cara yang benar dan dibelanjakan dengan benar pula. Itulah cara pandang. Dan cara pandang atau persepsi tersebut akan membentuk pemahaman, dan pemahaman adalah ilmu itu sendiri.

Contoh lain misalnya ada orang yang memiliki kekayaan namun ia mendapatkan kekayaannya dengan cara yang haram, apakah ada yang ingin seperti itu? Tentu saja tidak. Lantas kita pun menimpali, kalau begitu kita menghasilkan harta yang halal saja. Patut kita bertanya, darimana kita mengetahui sesuatu itu halal dan sesuatu itu haram? Tentu saja dengan ilmu.

Maka dari itu, sebenarnya apa yang kita saksikan di berbagai sosial media misalnya tentang kesuksesan seseorang dengan kekayaannya dan kita ingin seperti itu maka perlu kita pertanyakan, apakah yang dihasilkan tersebut halal atau haram? Darimana kita punya pemahaman dan perhatian terhadap harta halal dan haram, sekali lagi dengan ilmu. Sehingga penting bagi kita memiliki ilmu. Termasuk ilmu tentang bagaimana menghasilkan kekayaan yang halal.

Pemahaman atau ilmu diawali dari cara kita berfikir memandang kehidupan ini. Bagaimana kita memandang hidup ini yang akan menjadikan kita menganggap ilmu itu penting atau tidak. Dengan cara pandang tentang hidup ini juga yang akan menentukan kita mencari ilmu sekedar untuk mencari kekayaan atau untuk sesuatu hal yang lain.

Jadi sobat sekalian, cara pandang atau memandang kehidupan inilah yang menjadi kunci kita dalam mencari ilmu. Maka seseorang yang sudah memiliki cara pandang, dia akan memiliki pemahaman yang benar pula, inilah yang akan mendorong ia untuk mencari ilmu.

Bagaimana kalau yang sudah punya cara pandang dan pemahaman yang benar tentang ilmu. Tapi kadang masih saja malas. Nah disini masalahnya adalah meletakkan sesuatu itu penting dan tidak penting. Kapan kita bisa meletakkan sesuatu itu penting diatas yang lain? Maka jawabanya adalah pengorbanan kita.

Seberapa besar kita mau berkorban menyisihkan waktu bermain, berkorban untuk tidak jalan-jalan, atau berkorban tidak berkumpul dengan keluarga. Apa yang belum kita korbankan berarti menunjukkan kepentingan kita akan sesuatu. Bukan berarti pula kita meninggalkan teman, jalan-jalan atau kumpul dengan keluarga, namun bagaimana kita mengaturnya, dan ketika ada benturan diantara hal tersebut kita harus memilih. Apa yang kita pilih itu yang menunjukkan penting atau tidak penting.

Alhamdulillahnya, Islam merupakan cara pandang kita dalam melihat kehidupan. Islam juga yang memberikan pengaturan dan cara kita mengetahui sesuatu itu halal atau haram. Dengan islam lah kita akan mengarungi dan menjalani kehidupan. Oleh karenanya pelajari lah islam sehingga kita memiliki cara pandang dan ilmu yang benar terhadap kehidupan dunia ini. Semoga bermanfaat.

Wallahua’lam