April 12, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Menjadi seorang muslim sudah seharusnya senantiasa untuk taat kepada segala perintah Allah SWT dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Hal ini merupakan bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kendati sebagian besar pemuda tengah dilanda permasalahan yang serius, namun masih banyak pula pemuda-pemuda yang berpegang teguh pada idealisme agamanya. Mereka adalah pemuda-pemuda Islam yang senantiasa berusaha untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT.

Pemuda Islam tersebut terus berupaya menjadi pemuda muslim kaaffah, artinya ia tidak akan memilah atau memilih perintah Allah yang akan dilaksanakannya. Akan tetapi, ia berupaya semaksimal mungkin melaksanakan seluruh perintah Allah tanpa kecuali, walaupun sulit dilakukan di sistem kehidupan yang tidak islami saat ini.

Para pemuda Islam tersebut memiliki keimanan yang kokoh, selalu mendasarkan perbuatannya pada niat yang ikhlas serta berusaha sekuat tenaga untuk terikat dan mengikatkan diri dengan Islam. Inilah tiga komponen yang harus dimiliki oleh pemuda Islam. Iman, Ikhlas dan Azzam (kebulatan tekad). Ketiga hal ini akan dipupuk dengan sikap istiqomah dalam pelaksanaannya.

Namun harus dipahami juga, bahwa walaupun senantiasa terikat dengan Islam, manusia tentu tidak bersih dari dosa. Ia pasti secara sengaja ataupun tidak sengaja telah melakukan maksiat. Oleh karenanya bersegera bertaubat dan mengharapkan ampunan dari Allah SWT setiap saat juga harus senantiasa dilakukan.

Maka dari itu, pemuda Islam telah memiliki idola yang ditiru tingkah lakunya. Idolanya bukanlah penyanyi ternama, bukan pula bintang film terkenal, atau bukan juga olahragawan dan bukan pula para pengusaha. Akan tetapi idolanya adalah Rasulullah Muhammad saw. dan sahabat-sahabatnya.

Allah SWT telah berfirman di dalam Alquran : “Sesungguhnya telah ada pula (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak berdzikir kepada Allah.” (TQS al-Ahzab : 21)

Rasulullah adalah seseorang yang senantiasa minta ampun dan beristighfar kepada Allah SWT. Walaupun sebenarnya dosa-dosa beliau telah diampuni, namun beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Selain itu, bila hidup hanya sekedar menuruti hawa nafsu, apa yang akan diperoleh? Tentulah kesenangan semu yang sifatnya sementara dan hanya sesaat. Bahkan jumlahnya pun hanya sedikit. Karena rahmat dan ampunan Allah melebih bumi dan seisinya. Berarti apa yang kita kejar di dunia ini, adalah perkara secuil kenikmatan dibandingkan rahmat dan ampunan Allah SWT. Termasuk tidak dapat dibandingkan dengan balasan pahala dan surgaNya.

Siapapun yang merasa pemuda, sudah selayaknya ia mempunyai keinginan kuat di dalam dirinya untuk menjadi pemuda idaman di sisi Allah SWT. Yaitu pemuda yang senantiasa di dalam ketaatan dan beristigfar mohon ampunan Allah SWT. Hal ini harus dimulai dari sekarang, mumpung waktu masih luang, tenaga masih kuat, dan kesempatan masih ada.

Hal ini tentu saja memerlukan perjuangan untuk mewujudkannya. Karena para pemuda Islam hari ini akan banyak menghadapi cobaan dan tantangan termasuk dalam beribadah. Bersusah payah dalam ketaatan termasuk perkara penting yang harus diperjuangkan. Ada istilah yang bagus untuk di ambil hikmahnya, “Orang yang berjuang bisa kalah, Tetapi yang tidak berjuang pasti akan kalah.” Oleh karena itu lebih baik berjuang untuk taat daripada tidak sama sekali.

Berbicara masalah ibadah dan ketaatan maka hal ini sudah dicontohkan juga oleh Rasulullah saw. Beliau terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian ketika ditanyakan kepadanya, ‘Wahai rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim no. 7304)

Bentuk syukur tersebut ternyata dilakukan dengan cara meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Selain mengucapkan alhamdulillah di lisan kita. Tidak kah kita bersyukur atas nikmat hidup, dan kenikmatan lainnya yang sampai dengan saat ini masih kita rasakan.

Senantiasalah beristighfar kepada Allah SWT, semoga menjadi remaja idaman di sisi Allah. Tiru dan contohlah Rasulullah saw dalam bersitighfar, InsyaAllah Allah akan mengampuni dosa kita dan memberikan kemenangan yang nyata yaitu balasan surga serta mendapatkan keberkahan dan keridhoaan Allh. Sebagaimana hal ini terdapat dalam firman-Nya.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)

Wallahua’lam