September 16, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Peristiwa 15 agustus 2021, Taliban telah merebut ibu kota Afghanistan (kabul) setelah kurang 20 tahun dikuasai AS, dan akhirnya AS angkat kaki dari Afghanistan namun hal ini dinilai oleh pengamat politik Ustadz Muhammad Amin Knoester bahwa Amerika Serikat dan sekutunya ingin meraih kepentingan di Afghanistan.

“Kita lihat, semuanya memiliki kepentingan. Dan sebagai negara super power, tentu kepentingan-kepentingan ini akan diarahkan untuk mewujudkan kepentingan besar AS.” ujarnya kepada Beranda Islam, Sabtu (4/9) lalu.

Salah satu kepentingan AS adalah sumber kekayaan dan tambang yang dimiliki oleh Afghanistan, selain kepentingan lainnya.

“Ditambah fakta yang ada bahwa Afghanistan merupakan tanah strategis dan kaya akan tambang langka yang tidak dimiliki oleh negara lain, sebab itu mereka menghentikan perang dan menarik mundur pasukannya. Apabila hal ini berjalan lancar, maka AS akan dengan mudah mengeruk kekayaan alam yang dimiliki Afghanistan. Tentu ini sebanding dengan apa yang telah AS korbankan,” jelasnya.

Ustadz Amin yang juga sebagai pengasuh Ma’had Darus Tsaqofah Ketapang juga menjelaskan bahwa dari beberapa penelitian-penelitian terbaru yang mengungkapkan betapa banyaknya potensi SDA di tanah Afghanistan. Potensinya mencapai 1 triliun dolar AS, yang berasal dari cadangan logam mulia tradisional dan mineral.

Sedangkan menurut laporan Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan yang diterbitkan pada 2019, negara tersebut memiliki potensi tembaga hampir 30 juta ton. Berdasarkan publikasi lain, yakni perta jalan kementerian tersebut, masih ada ada 28,5 juta ton tembaga lagi di dalam endapan porfiri yang belum ditemukan. Jika ditotal, potensi tembaga di Afghanistan hampir mencapai 60 juta ton.

“Sebagian besar potensi tersebut tidak sempat dieksploitasi, sebab rentetan konflik di negara tersebut. Maka dengan mengakhiri konflik ini, AS mengamankan kepentingannya yang lebih besar lagi,” pungkasnya.