October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Radhiyah Abdullah

Kami masih berbicara tentang jenis pemeliharaan kesehatan pencegahan (preventif) di dalam Islam:

D- Vaksinasi:

Vaksinasi adalah metode pengembangan kekebalan (imunitas) terhadap patogen seperti virus dan bakteri, dengan memasukkan bagian tidak berbahaya dari patogen ini ke dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan alami untuk menghasilkan antibodi terhadap patogen yang lebih berbahaya.

Vaksinasi adalah bagian dari pencegahan kesehatan primer, karena vaksinasi diberikan kepada orang sehat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka dan meningkatkan efektivitasnya dalam melawan patogen penyebab penyakit. Terkadang manfaat vaksinasi melebihi individu yang divaksinasi, karena tidak tertularnya dia juga mencegah infeksi yang dapat ditularkan darinya kepada orang lain yang belum mendapatkan vaksinasi. Jika 90 persen anggota masyarakat mendapat vaksinasi terhadap patogen tertentu, maka masyarakat lainnya yang tidak mendapatkan vaksinasi secara langsung akan aman dari penyakit tersebut karena patogen tersebut menjadi langka pada kelompok tersebut sehingga kemungkinan terpapar dapat dikurangi, dan ini disebut imunitas kawanan (herd immunity).

Disebutkan -wallâh a’lam- bahwa setelah program vaksinasi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 1977 mencakup sebagian besar bagian dunia, dengan itu penyakit cacar (smallpox) telah menghilang dari dunia. Patogen penyebab penyakit ini tidak ada lagi kecuali di laboratorium.

Karena pentingnya vaksinasi dan keefektifannya dalam mencegah penyakit maka Daulah Islamiyah memberikan pelayanan kesehatan ini kepada rakyat secara gratis, sesuai dengan program tertentu dan dibagi berdasarkan kelompok generasi, yang diputuskan oleh para ahli seimbang dengan sejauh mana penyebaran patogen penyebab penyakit yang akan divaksinasi dan tingkat keparahan penyakit yang diakibatkannya, dengan efek samping dari vaksinasi itu sendiri. Bayi baru lahir divaksinasi di rumah sakit dan rumah bersalin. Anak-anak divaksinasi di pusat pelayanan ibu dan anak. Anak-anak sekolah di divaksinasi di sekolah mereka. Dan individu yang lebih tua divaksinasi di militer atau pusat kesehatan cabang.

Vaksinasi bisa bersifat wajib atau opsional, tergantung bagaimana hal itu berkaitan dengan menghilangkan bahaya dari komunitas (masyarakat). Jika penyakit yang akan divaksinasi berbahaya dan menular, maka individu dipaksa untuk menerima vaksinasi, agar tidak memaparkan anggota masyarakat lainnya pada resiko tertular penyakit, dan sampai terwujud kekebalan kawanan (herd immunity). Dikecualikan dari mereka yang dipaksa menerima vaksinasi, orang yang memiliki alergi terhadap vaksinasi, atau yang memiliki sistem kekebalan yang lemah sehingga vaksinasi itu sendiri bisa membahayakan dirinya. Perlindungan terhadap mereka dari penyakit melalui kekebalan kawanan (herd immunity). Sedangkan untuk penyakit yang tidak membahayakan komunitas (masyarakat), misalnya jika penyakit tersebut tidak menular atau tidak berbahaya bagi komunitas (masyarakat), maka individu diberi pilihan untuk mendapatkan vaksinasi pencegahan terhadap penyakit tersebut.

Mungkin ada program vaksinasi global yang dilakukan oleh organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia atau negara lain untuk menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti dalam kasus cacar, dan Daulah Islamiyah diminta untuk berpartisipasi di dalamnya. Dalam kasus seperti itu, Daulah Islamiyah harus menetapkan syarat yakni harus mengetahui semua informasi yang berkaitan dengan vaksinasi, efek samping dan programnya, dan bahwa vaksinasi yang dimaksudkan untuk diberikan kepada warga Daulah Islamiyah diproduksi di pabrik-pabrik Daulah dan di bawah pengawasan departemen dan spesialisnya, dan diberikan kepada rakyat melalui layanan kesehatan Daulah dan di bawah pengawasannya. Pemberian vaksinasi itu tidak diterima untuk dilakukan oleh delegasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau negara lain, kecuali mereka hanya sebagai pengamat saja.

Organisasi internasional ini tidak aman. Dalam artikel yang berjudul: “Mimpi buruk yang mengerikan, rahasia Organisasi Kesehatan Dunia”, yang merupakan upaya kolektif yang bertujuan untuk mengungkap motif di balik peluncuran virus dan wabah ini, untuk memperingatkan terlebih dahulu tentang hal-hal yang akan terjadi dalam waktu dekat, artikel tersebut menyatakan: “Bahwa program vaksinasi wajib untuk melawan virus flu babi H1N1 ketika dilihat dengan penuh perhatian, membuktikan kebenaran hipotesis bahwa virus H1N1 termasuk virus yang disintesis secara genetik dan sengaja dilepaskan untuk membenarkan vaksinasi. Analisis yang cermat terhadap virus tersebut mengungkapkan bahwa gen asli dari virus tersebut sama dengan yang ada pada virus wabah yang menyebar pada tahun 1918 M, ditambah gen virus flu burung H5N1 dan satu lagi dari dua jenis virus baru H3N2 dan bahwa di antara efek dari vaksinasi yang terkontaminasi ini adalah terjadinya penurunan kemampuan mental dan intelektual, penurunan kesehatan, dan penurunan kemampuan seksual.

Di bawah pandemi Corona, menurut apa disebutkan oleh sejumlah media Prancis, Direktur Jenderal National Institute of Health dan Medical Research, Camile Loket, dan kepala rumah sakit darurat Kushan Paris, Jean-Paul Mira, mengusulkan pengetesan vaksin BCG yang diterapkan untuk melawan tuberkulosis agar dikembangkan untuk melawan virus Corona yang baru muncul (Covid-19) yang mana negara-negara Afrika -sebagai tikus percobaan- yang mana di sana tidak ada masker, tidak ada pengobatan atau pelayanan intensif, seperti yang telah digunakan sebelumnya dalam mengadakan pengobatan untuk AIDS dan penyakit lainnya. []

Sumber :

http://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/radio-broadcast/others/71716.html