July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Dikutip dari CNBC Indonesia (22/9) Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UEA) akan melakukan kesepakatan awal mengenai pembelian jet tempur siluman F-35 pada Desember mendatang. Menurut sumber yang mengetahui masalah negosiasi itu, sebagaimana dilansir dari Reuters yang dikutip CNBC Indonesia, mengatakan tujuan keduanya adalah memiliki surat kesepakatan pada saat Hari Nasional UEA pada 2 Desember nanti.

UEA adalah salah satu sekutu terdekat AS di Timur Tengah. Hubungan diantara keduanya sudah lama terjalin. UEA sendiri dikabarkan menyatakan minatnya untuk memperoleh jet siluman tersebut sudah sejak lama. AS menjanjikan kesempatan untuk membelinya dalam kesepakatan yang dibuat ketika menyetujui untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Namun baik dari Kedutaan UEA di Washington dan pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dan menolak berkomentar mengenai kesepakatan ini.

Tetapi seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada Reuters, “sebagai masalah kebijakan, Amerika Serikat tidak mengkonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai mereka secara resmi diberitahukan kepada Kongres.”

Ellen Lord, pembeli senjata utama Pentagon, mengatakan kepada wartawan pada Agustus bahwa AS bertujuan untuk menyelesaikan surat perjanjian untuk penjualan F-35 baru dalam waktu sekitar enam bulan. Soal kesepakatan ini muncul ketika Pemerintahan Trump masih sedang mempelajari dan menyusun kesepakatan tersebut tanpa bertentangan dengan Israel.

Sedangkan menurut Humas ANSPI (Analisis dan Strategis Pemikiran Islam), Denny Akbar SH menjelaskan bahwa hubungan normalisasi hanyalah bentuk penguatan saja, yang memang sebelumnya UEA sudah sering bekerjasama dengan AS.

“Hasil hubungan normalisasi sebenarnya hanya menambah kekuatan di dalam hubungan UEA dengan AS. Dan biasanya akan mengarah kepada kepentingan ekonomi dan politik bagi AS” ujar Denny (1/10).

Denny menjelaskan kesepakatan apa pun harus memenuhi perjanjian bersyarat yang harus sesuai dengan kepentingan AS dan Israel. Bahkan mereka juga membatasi kemampuan militer negara Arab agar jangan sampai mengungguli militer Israel.

Dengan pemikiran tersebut, AS sedang mempelajari cara untuk membuat F-35 lebih terlihat oleh sistem radar Israel. Seperti yang diketahui, akibat pembatasan tepi militer kualitatif, F-35 buatan Lockheed Martin Corp telah ditolak masuk ke negara Arab, sementara Israel sudah memiliki sekitar 24 jet. []

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200922212930-4-188702/uni-emirat-arab-bakal-borong-jet-tempur-siluman-f-35-as