April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Resesi adalah kata yang sering dibicarakan akhir-akhir ini terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus di tengah pandemi Corona. Ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 mengalami kontraksi, alias tumbuh negatif 5,32% secara year on year atau dibandingkan periode sama tahun lalu sebagaimana dilansir melalui laman kontan.co.id, Rabu (12/08/2020)

Julius Shiskin (1974) seorang ekonom telah mendefinisikan arti resesi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjadi selama dua kuartal berturut-turut. Artinya resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami PDB negatif, adanya kenaikan tingkat pengangguran, penurunan penjualan ritel, dan terjadinya kontraksi di pendapatan manufaktur untuk periode waktu yang panjang. Ada juga yang mendefenisikan penurunan signifikan yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Sebagaimana dirangkum dari Kontan yang mengutip dari Forbes, sebab-sebab terjadinya resesi diantaranya adalah (1) Guncangan ekonomi yang tiba-tiba, (2) Utang yang berlebihan (3) Gelembung aset, (4) Terlalu banyak inflasi dan (5) Terlalu banyak deflasi, dan (6) Perubahan teknologi. (kontan.co.id, 12/08/2020) 

Sedangkan menurut para pengamat politik ekonomi Islam menyatakan, ketimpangan ekonomi hingga terjadinya resesi dikarenakan penerapan sistem ekonomi Kapitalisme.

Kerusakan sistem ekonomi Kapitalisme diantaranya berdasarkan pada pola dan sistem untuk menopang kebebasan kepemilikan harta dan pengelolaannya yaitu: (1) Sistem perbankan dengan suku bunga (2) Berkembangnya sektor non-riil dalam perekonomian sehingga melahirkan institusi pasar modal dan perseroan terbatas; (3) Utang luar negeri yang menjadi tumpuan dalam pembiayaan pembangunan; (4) Penggunaan sistem moneter  yang diterapkan diseluruh dunia yang tidak disandarkan pada emas dan perak; dan (5) Privatisasi pengelolaan sumberdaya alam yang merupakan barang milik dan kebutuhan publik.

Pertumbuhan Ekonomi RI Minus

Ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 mengalami kontraksi alias tumbuh negatif 5,32% secara year on year. Dibandingkan kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2020 juga terkontraksi alias minus 4,19%. Pada kuartal I-2020, ekonomi Indonesia masih berhasil tumbuh positif 2,97% yoy.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I 2020 terkontraksi 1,26% year on year. “ini karena dampak Covid-19 yang begitu dahsyatnya sehingga ekonomi Indonesia terkontraksi pada kuartal II-2020,” kata Kepala BPS Suhariyanto (kontan.co.id, 5/8/2020).

Apabila dibandingkan dengan sudut pandang ekonomi Islam, maka penyebab resesi kali ini selain karena ada wabah pandemi namun juga disebabkan konsep kebebasan kepemilikan harta dan pengelolaannya.

(wi)