October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Bagi pemuda muslim yang hidup di tengah-tengah masyarakat sekuler saat ini, banyak para remaja yang mengalami kesulitan untuk bersikap teguh dan mudah terombang-ambingkan dengan berbagai macam bentuk  godaan yang dilancarkan. Godaan-godaan yang ada itu muncul dengan berbagai macam bentuk diantaranya obat-obatan terlarang, minuman keras, kriminalitas, dan kumpul-kumpul membuang waktu, hingga bermain game online di masa digital sekarang. Namun diantara banyak godaan tersebut yang paling mengancam adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa batas.

Bahkan dunia pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah dan seterusnya membiasakan prilaku hubungan pacaran, bahkan menjadi aneh apabila ada yang tidak pacaran. Pendidikan seks hanya sebatas pada pendidikan yang sehat, dengan menggunakan pengaman atau tidak berganti-ganti pasangan. Demikianlah, pendidikan tidak menjelaskan nilai-nilai yang benar terutama nilai-nilai tentang agama islam. Padahal islam mempunyai penjelasan aturan bagi muslim maupun non-muslim dalam berperilaku. Dan non-muslim ada aturan kepada mereka yang tidak akan memaksanakan agama dan kepercayaan mereka.

Belum lagi, serangan dari berbagai media. Berbagai film, lagu, acara TV, dunia maya, situs-situs yang menampakkan pornografi dan pornoaksi hingga tempat-tempat hiburan sangat banyak. Dan para pemuda semakin mendapatkan tempat untuk menyalurkan hasrat syahwatnya. Fashion dan gaya hidup bebas dengan pakaian-pakaian mengundang birahi, juga dipertontonkan tanpa rasa malu. Ditambah lagi dengan slogan-slogan “cinta sejati”, “rindu itu berat”, atau “menemukan pasangan sejati“, hingga mengopinikan para jomblo itu dengan istilah “jomblo ngenes”.

Kerusakan moral pergaulan bebas ini begitu nyata telah terjadi di barat. Para remaja disana sudah bebas berhubungan dengan siapapun sejak remaja. Realitas di barat saat ini ditunjukkan dengan meningkatnya orang tua tunggal karena hamil di kalangan remaja akibat ditinggalkan pasangannya. Perzinaan dan prostitusi sudah merupakan kehidupan yang biasa bahkan para PSK menjadi profesi dalam kehidupan. Hal ini ditiru oleh para remaja di negeri-negeri muslim, setelah kecewa di tinggal pacar tidak sedikit pula yang terjun ke dunia malam.

Sobat sekalian, apakah kehidupan seperti ini yang kita inginkan? Apakah kita merasa bahagia hidup dengan pacar kita, hingga mau melakukan hubungan badan? Kalau pun tidak berhubugan badan, seluruh energi, waktu dan pikiran kita, kita berikan kepada calon pasangan masa depan kita yang tidak pasti tersebut? siapa yang bisa memastikan bahwa ia akan jadi pasangan kedepannya? Dan yang lebih utama lagi patut kita jawab apakah Allah dan islam mengajarkan hal ini? Dan ridho dengan kehidupan bebas para remaja?

Seorang muslim dan para remaja muslim harus memastikan perbuatannya tersebut terikat dengan hukum syariah. Karena hal ini akan berdampak kepada pahala dan dosa di akhirat. Sementara pahala dan dosa akan menentukan kita akan hidup di surga atau neraka. Oleh karena itu para remaja harus memahami gambaran tentang perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan pahala dan dosa.

Hubungan pergaulan bebas hingga berbuat zina termasuk pacaran tentu saja bukan ajaran islam, kita tidak pernah membaca kisah, bahwa ada sahabat-sahabat Rasulullah saw memiliki pacar. Yang ada justru islam mengatur dengan jelas dan tegas interaksi antara laki-laki dan perempuan, hingga dalam hal berpakaian untuk menjaga agar tidak membangkitkan naluri yang memang secara sunnatullah Allah SWT sudah berikan kepada manusia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “Jika seorang hamba berzina, maka keluarlah dari dirinya iman, dan keadaannya seperti tudung di atas kepalanya dan jika dia keluar dari perbuatan seperti itu, maka iman itu kembali lagi kepadanya.” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud].  

Dalam riwayat yang lain Ubadah bin al-Shamit meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda : “apabila seseorang bisa menjamin enam perkara, maka aku akan menjamin bagi kalian surga, yaitu jujur bila berbicara, menepati janji, menunaikan amanat, memelihara kemaluan mereka, menundukkan pandangan, dan menjaga tangan mereka” (dari perbuatan yang buruk). [HR Ahmad dan Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman]. Dalam konteks ini islam jelas mengatur pergaulan diawali dengan menahan pandangan.

Larangan khalwat yaitu berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya juga telah diatur oleh islam. Tindakan khalwat inilah dapat mendorong timbulnya nafsu syahwat pada kedua belah pihak baik laki-laki atau perempuan yang melakukannya. Dengan melarang khalwat maka sebab-sebab terjadinya kerusakan dapat dicegah lebih dini, karena berduaan antara lawan jenis salah satu sebab utama timbulnya perzinaan dan kerusakan di masyarakat. Dari hal ini sudah jelas pacaran itu jalan menuju kerusakan tersebut.

Oleh karenanya, bentuk pemahaman akan pahala dan dosa akan muncul jika para remaja memiliki kesadaran hubungannya dengan Allah SWT atau dengan kata lain disebut sebagai idrak shillatu billah. Bagaimana menumbuhkan kesadaran tersebut? yaitu dengan menanamkan dan menumbuhkan keimanan. Iman bukan sembarang iman tetapi iman yang muncul dari jalan berfikir atau akal.

Selain itu para remaja harus selalu menghindari dari hal-hal yang dapat mendorong timbulnya syahwat, baik itu dari tontonan, bacaan atau gambar-gambar dan foto yang membangkitkan. Berikutnya, hiduplah dalam lingkungan yang baik agar tetap dalam jalan yang benar. Lingkungan yang baik itu senantiasa berada di dalam majelis ilmu, berjamaah hingga masyarakat yang islam, dan masyarakat islam akan muncul bila negeri ini diterapkan syariah dan aturan islam di dalamnya.

Wallahu’alam