April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

ILUSTRASI. Pendemo meneriakkan slogan di depan prajurit Israel saat aksi protes warga Palestina menentang kesepakatan Uni Emirat Arab dengan Israel untuk menormalisasi hubungan keduanya, di Haris dekat Salfit, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Jumat (14/8/2020). Sumber : Kontan.co.id

Liga Arab mengumumkan apa yang disembunyikannya yakni pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina

BerandaIslam.com — Liga Arab menolak permintaan Otoritas Palestina yang mengajukan permintaan agar mengadakan pertemuan darurat Arab untuk membahas perjanjian normalisasi yang baru-baru ini diselesaikan UEA dengan Israel. Dan mengkonfirmasi bahwa itu akan menjadi pertemuan biasa, pada 9 September lalu.

Mengingat gelombang normalisasi yang diresmikan oleh UEA, jelas bahwa jalur politik baru di kawasan ini akan terdapat arah baru. Terdapat pendekatan yang sama sekali berbeda dari sebelumnya dengan “perjuangan Palestina” dan menganggap masalah Palestina hanya sebagai masalah rakyat Palestina. Hal ini berarti “melikuidasi perjuangan Palestina.”

Pemodal sesungguhnya dari Liga Arab adalah negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Emirates dan Arab Saudi. Ada kecenderungan di negara-negara Arab, terutama negara-negara Teluk, menuju normalisasi dengan Israel (Bahrain dan Oman). Termasuk Kuwait mengumumkan bahwa itu hanya akan menjadi bagian terakhir.

Adapun Arab Saudi, walaupun agak terlambat, karena perlu waktu lebih berani menunjukkan hubungannya dengan Israel, dan masih ada kekhawatiran akibat dari keputusan tersebut. Sedangkan Qatar, adalah yang pertama kali menjalin hubungan khusus dengan Israel. Sebelumnya ada Egypt (Mesir), yang telah menormalkan hubungannya dengan Israel sejak 1979, tak lama setelah perjanjian Camp David. Sedangkan Sudan, yang mulai menormalkan hubungan dari bawah meja dan sedang dalam proses menunjukkannya. Liga Arab apa ini setelah pengumuman normalisasi?!. Dan apakah masalah Palestina akan tetap menjadi prioritas utama?!.

Tidak diragukan lagi bahwa perjanjian Emirat- Israel, akan diikuti oleh gelombang normalisasi negara Teluk dan non-Teluk merupakan bagian dari kesepakatan abad ini. Sebagian terkait dengan masalah Palestina, dan akan mengubah banyak kebijakan yang ada di kawasan tersebut dan membentuk aliansi baru. Dengan demikian organisasi regional yang semula kosong dari takhta mereka, seperti Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam, dan Dewan Kerjasama Teluk secara sadar dan penuh kesadaran. Yakni gelombang normalisasi yang ada saat ini adalah gelombang para penguasa yang mengumumkan pengkhianatan mereka terhadap perjuangan Palestina, dan umat Islam tidak ada hubungannya dengan mereka.

Sebaliknya, mereka, para penguasa, takut dan ragu-ragu tentang prosedur, dan umat Islam tidak diragukan lagi mendidih hatinya karena kebijakan mereka (penguasa Arab). Awalnya, Liga Arab hanyalah alat di tangan tertentu yang mereka gunakan untuk agenda yang tidak ada hubungannya dengan konsensus Arab, juga dengan isu dan aspirasi bangsa Arab. Perdagangan di Palestina oleh para penguasa kini telah berakhir, dan masalah telah kembali ke bangsa Palestina, dan ini adalah situasi normal yang mereka inginkan.

Sumber : Majalah Al-Wa’iyah Muharram 1442 Hijriah September 2020 M.