April 16, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Image copyright : EPAImage caption Rohingya refugees after disembarking from the boat in Indonesia. Sumber : BBC.com

Krisis Rohingya: Hampir 300 Pengungsi 6 Bulan Di Laut Akhirnya Tiba Di Indonesia

BerandaIslam.com – Sebagaimana dilansir melalui BBC (7/9) Hampir 300 pengungsi Rohingya telah mendarat di Indonesia, mereka menyampaikan kepada pihak berwenang bahwa telah berada di laut selama sekitar enam bulan. (BBC.com, 7/9/2020)

Masih dari sumber yang sama, polisi mengatakan para nelayan melihat sebuah perahu kayu yang membawa Rohingya beberapa mil di lepas pantai kota Lhokseumawe di pantai utara Sumatera. Kapal itu berisi 297 orang, termasuk 14 anak-anak.

Krisis Rohingya telah terjadi selama bertahun-tahun, mereka melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar. Kedatangan di Indonesia adalah yang terbesar sejak 2015, kata Chris Lewa, direktur Proyek Arakan, sebuah kelompok nirlaba yang berfokus pada krisis Rohingya.

Para pengungsi itu berlayar dari Bangladesh selatan pada akhir Maret atau awal April, menuju Malaysia, kata Lewa, tetapi ditolak oleh otoritas Malaysia dan Thailand karena pembatasan virus corona. Dia mengatakan para pengungsi mungkin telah disandera di laut selama beberapa waktu oleh para pedagang yang meminta uang sebelum mengizinkan mereka turun.

Penduduk setempat dilaporkan menyumbangkan makanan dan pakaian kepada para pengungsi: “Kami prihatin dengan kondisi mereka,” kata seorang warga, Aisyah, kepada kantor berita Reuters. “Mereka butuh bantuan atas nama kemanusiaan … Mereka manusia seperti kita.”

Image copyright : EPAImage captionThe boat contained 297 refugees including 14 children | Sumber : BBC.com

Sekitar 100 orang Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, tiba di daerah yang sama pada bulan Juni dalam dua kelompok, setelah apa yang mereka katakan sebagai perjalanan laut selama empat bulan di mana mereka dipukuli oleh pedagang manusia dan dipaksa minum air seni mereka sendiri agar tetap hidup.

Para pengungsi yang mendarat pada bulan Juni dan kedatangannya pada hari Senin kemungkinan merupakan bagian dari sekitar 800 Rohingya yang dilaporkan meninggalkan Bangladesh selatan awal tahun ini, kata Lewa. Sekitar 30 migran dalam kelompok asli diyakini tewas di laut, tambahnya.

Pelabuhan pertama bagi banyak Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar (juga dikenal sebagai Burma) adalah negara tetangga Bangladesh, sekitar satu juta orang sekarang hidup dalam kondisi kumuh di kamp-kamp pengungsi.

Saat ini umat Islam mengalami krisis di berbagai daerah minoritas, krisis tersebut semakin parah ketika entitas politik Khilafah telah runtuh.

Dalam suatu studi, terungkap bahwa membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan, membebaskan umat Islam dari ide-ide, sistem perundang-undangan dan hukum-hukum kafir, serta membebaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir dengan maksud menegakkan kembali Khilafah di muka bumi sehingga pemerintahan dapat dijalankan kembali sesuai dengan apa yang diturunkan Allah adalah sebagai bentuk untuk mengatasi krisis umat Islam. []

(WI)