July 31, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Berandaislam.com — Jumlah kekerasan berkembang pada kota-kota utama di negara demokrasi Amerika Serikat. Hal ini berdasarkan artikel fakta dari Washinghon Post yang dikutip BBC News (3/9).

Laporan data kriminalitas dari Federal bureau of Investigation (FBI) menunjukkan bahwa ada 10 kota teratas untuk kejahatan kekerasan secara keseluruhan. Daerah-daerah perkotaan utama seperti New York, Los Angeles dan Chicago berada di peringkat teratas.

Sebagaimana di lansir melalui laman BBC News (3/9), Presiden Donald Trump menyalahkan Walikota Demokrat atas kerusuhan di kota-kota Amerika.  Hal ini dilakukan dalam rangka upaya untuk membuat undang-undang dan kampanye pemilihan.

Trump berulang kali mengatakan bahwa 10 kota paling berbahaya di AS semuanya dijalankan oleh Demokrat.

Artikel tersebut menggunakan data kejahatan Federal Bureau of Investigation (FBI) dari paruh pertama 2019 – sumber data resmi terbaru tentang kota-kota AS dengan populasi lebih dari 100.000.

Dalam laporan tersebut juga mengungkapkan kota yang dikelola Partai Republik dengan jumlah kasus kejahatan kekerasan tertinggi adalah Jacksonville di Florida, yang menempati urutan ke-17 dalam daftar FBI. Artinya, jika kita melihat kasus kejahatan kekerasan per 10.000 orang, klaim Trump tidak sepenuhnya benar.

Pada September 2020, 100 kota terbesar di AS dijalankan oleh 64 Demokrat, 28 Republik, tiga independen, dan empat non-partisan. Trump menyalahkan Demokrat atas tingginya tingkat kejahatan kekerasan di kota-kota yang mereka kuasai.

Tetapi FBI telah memperingatkan agar tidak menggunakan statistiknya dengan cara yang memeringkat kota dan terlalu menyederhanakan apa yang menyebabkan kejahatan.

Pada sistus web FBI sendiri memberikan penjelasan bahwa “Setiap tahun ketika kejahatan di Amerika Serikat diterbitkan, beberapa entitas menggunakan angka-angka tersebut untuk menyusun peringkat kota dan kabupaten. Peringkat kasar ini tidak memberikan wawasan tentang banyak variabel yang membentuk kejahatan di desa, kota, kabupaten, negara bagian, wilayah kesukuan, atau wilayah tertentu,”

“Akibatnya, mereka mengarah pada analisis sederhana dan/atau tidak lengkap, sering menciptakan persepsi menyesatkan yang berdampak buruk bagi masyarakat dan penghuninya.” katanya di situs webnya. (https://ucr.fbi.gov/crime-in-the-u.s/2018/crime-in-the-u.s.-2018/topic-pages/cius-summary)

Terlepas dari persaingan antara Rapublik dan Demokrat dalam menjelang pemilu yang akan berlangsung. Lexington di Kentucky, kota berpenduduk lebih dari 300.000 orang, telah mengalami peningkatan 84,6% dalam pembunuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Pembunuhan meningkat sekitar 26% secara nasional termasuk perubahan yang hampir identik di kota-kota besar. Perubahan trend ini tidak mempedulikan afiliasi Walikota ke partai apapun,” kata analis kejahatan AS Jeff Asher sebagaimana dikutip melalui akun twitternya @CRIMEALYTICS.

Dari beberapa laporan diatas, penerapan demokrasi ternyata tidak berdampak kepada tingkat keamanan suatu negara. Justru membuka peluang terbukanya tindakan kriminalitas.(WI)