October 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman. (REUTERS/Saudi Press Agency/Handout)

Isu Soal Putra Mahkota Saudi di Tengah Penangkapan Ulama, Untuk Menghilangkan Pengaruh Inggris

BerandaIslam.comOtoritas Saudi telah menangkap Sheikh Abdullah Basfar, salah satu Qari dan ulama terkenal di kalangan muslim. Penangkapan Basfar ini dikaitkan dengan sepak terjang Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman (MBS), Rabu (9/9).

Seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO) Selasa (8/9), akun Twitter The Prisoners of Conscience menyampaikan bahwa Syekh Basfar ditangkap pada Agustus lalu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana dan di mana dia ditangkap.

“Kami mengkonfirmasi penahanan Syekh Dr Abdullah Basfar sejak Agustus 2020,” tulis akun Prisoners of Conscience.

Basfar adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Laporan tentang penahanan Syekh Basfar bertepatan dengan laporan tentang penahanan Syekh Saud Al-Funaisan, yang ditangkap pada bulan Maret. Al-Funaisan adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.

Namun, beberapa orang memuji penahanan ini sebagai bagian dari tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan itu, berdasarkan rencana Putra Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman untuk menghapus identitas agama Arab Saudi.

Sejak 2017, ketika putra mahkota mengambil alih kekuasaan, dia telah menindak ulama, jurnalis, akademisi, dan aktivis dunia maya atas pandangan kritis mereka tentang cara dia memerintah negara dan rencananya untuk mensekulerkannya.

Berdasarkan soal jawab pada laman hizb-ut-tahrir.info (20/11/2017) yang dikutip Media Umat (26/11/2017). Apa yang sedang berlangsung di Saudi adalah untuk memutus pengaruh Inggris sampai ke akar dan untuk tameng agar mereka tidak bisa melakukan upaya kudeta atau yang lain, dan dibelakang itu semua untuk melayani kepentingan Amerika.

“Demikian juga untuk merealisasi transisi kekuasaan yang aman ke tangan putera mahkota sehingga tidak ditentang oleh seorang pun, dan anaknya Salman itu telah mengambil beban melayani kepentingan-kepentingan Amerika tanpa pesaing di dalam negeri hingga meskipun berasal dari orang terdekatnya sekalipun! Juga tidak ada pesaing luar, khususnya Inggris, agar pengaruh di jazirah tetap murni milik Amerika… Begitulah, itu merupakan pengkhianatan yang tak terpisahkan.” Seperti yang tertulis dalam Soal Jawab tersebut. []

Sumber : https://www.middleeastmonitor.com/20200905-saudi-arrests-famous-quran-reciter-abdullah-basfar/

(WI)