October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Ibu Kota Bahrain, Manama. Foto : nytimes.com

Hubungan Negara-negara Arab dengan AS Mempermudah Normalisasi Hubungan Dengan Israel

BerandaIslam.com – Satu-persatu negara-negara Arab menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel. Setelah Uni Emirat Arab kali ini Bahrain, yang ditengahi Amerika Serikat (AS).

Pengumuman bahwa Bahrain akan membangun hubungan diplomatik penuh dengan Israel membuka kemungkinan bahwa lebih banyak negara Arab akan menyusul. Sebagaimana dikutip New York Times, Sabtu (12/9) lalu.

Masih dalam sumber yang sama, Presiden Trump, pada hari Jumat (11/9) telah mengumumkan kerajaan Teluk Persia Bahrain akan membangun hubungan diplomatik penuh dengan Israel. Langkah Bahrain, menyusul langkah Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Langkah ini menjadikan jumlah negara Arab yang mengakui Israel sebanyak empat negara (Mesir melakukannya pada 1979, Yordania pada 1994, UEA-Bahrain 2020). Dan langkah ini pula dalam rangka penataan kembali posisi strategis Timur Tengah.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa kesepakatan Arab-Israel terbaru ini bukanlah hasil dari diplomasi yang rumit dari pemerintahan Trump. Justru Israel dan para pemimpin Arab di Teluk Persia telah diam-diam membina hubungan selama bertahun-tahun, dipersatukan oleh antipati mereka yang sama terhadap Iran dan kekhawatiran tentang kekosongan di kawasan itu karena pengurangan Amerika.

“Impor ini jauh lebih strategis daripada yang terkait dengan perdamaian,” kata Martin S. Indyk, yang menjabat sebagai duta besar Amerika untuk Israel di bawah Bill Clinton dan utusan perdamaian Timur Tengah di bawah Barack Obama.

Kesepakatan ini disinyalir merupakan upaya dukungan perolehan suara Trump pada pemilu mendatang sekaligus mempertahankan suplai bisnis antara AS dan negara-negara Arab baik minyak dan jual beli senjata. Hal ini merupakan pengkhianatan terbuka terhadap umat Islam serta rakyat Palestina.

“Hubungan Arab Saudi oleh Tuan Trump dan tetangganya di teluk merupakan unsur penting, seperti keinginannya untuk menjual persenjataan canggih ke negara-negara ini.” tulis New York Times. []

(WI)

Sumber : https://www.nytimes.com/2020/09/12/world/middleeast/bahrain-israel.html