August 2, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Dinasti Turki Ottoman mewariskan peradaban untuk Eropa. Para orang kaya di zaman Ottoman (ilustrasi) sumber : google.com

Hegemoni Barat Tampak di Ambang Kehancuran Bandingkan Dengan Peradaban Ottoman Masa Lalu

BerandaIslam.com – Dilansir dari Republika (23/9), Seorang penulis Turki, Yusuf Kaplan, mengungkapkan bahwa saat modernitas Barattelah berada di ambang kekacauan akibat krisis yang beruntun, dianggap sebagai awal keruntuhan Barat. (Republika.co.id, 23/9/2020)

Goncangan ekonomi akibat pandemi benar-benar mengganggu keseimbangan dunia. Krisis ekonomi bermunculan dan dirasakan hampir seluruh negara. Pandemi ini bahkan disebut akan menjadi awal kehancuran hegemoni Barat.

Sejumlah ketakutan mulai terlihat dari beberapa petinggi negara Barat, salah satu Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell Fontelles yang memprediksikan kembali munculnya kerajaan di sejumlah negara seperti Turki, China, dan Rusia.

“Dalam artikel ini, saya akan mencoba untuk menunjukkan bagaimana Barat bermaksud untuk menciptakan sebuah spektrum Ottoman untuk mengembangkan identitas mereka dan menakuti dunia,” ujar Kaplan yang dikutip Republika dari Yenisafak, Rabu (23/9). 

Di masa lalu, pada masa kolonialisme klasik, kaum imperialis Barat akan secara langsung menyerbu daerah sasarannya begitu mereka mengkonsolidasi kekuatan fisik tertentu. Di zaman sekarang ini, terutama di era pasca-kolonial, serangan yang dilakukan akan diawali dengan menyerang pikiran, dan mereka melakukan ini tidak secara langsung tetapi secara tidak langsung, kata Kaplan.

“Kolonialisme klasik didasarkan pada invasi fisik. Hari ini, bagaimanapun, neo-kolonialisme didasarkan pada invasi mental,” ujarnya.

Kaplan mengatakan, Hegemoni Barat didirikan atas dasar fiksi, kepura-puraan dan berpegang pada konsep dimana pihak lain diciptakan, namun pihak itu dimunculkan sebagai pihak yang ‘jahat’. pihak jahat ini nantinya akan mencoba untuk melegitimasi ketidakadilan hegemoni, yang berujung pada tindakan brutal, kelahiran ‘penghisap darah’ lainnya. 

“Borrell melihat bahwa Turki akan segera bangun dari tidurnya, dan mengaitkannya dengan klaim kebangkitan peradabannya, dan dengan demikian mencoba untuk menakut-nakuti dunia, bahwa Muslim, serta kita (Turki), anak-anak Ottoman, bersama dengan Kekaisaran Ottoman!” ujarnya. 

Keplan menjelaskan, kekaisaran Ottoman tidak pernah menganut sistem imperialis. Jika memang memiliki visi imperial, Kekaisaran Ottoman tidak pernah menjadi kekuatan imperialis, kolonialis, penghisap darah di tiga benua yang dikuasainya, dan tidak pernah mengeksploitasi tanah yang dikuasainya, menghancurkan budaya, atau orang yang dikuliti seperti yang dilakukan oleh imperialis Barat.

“Baik Barat dan Ottoman memerintah lebih dari tiga benua dalam periode waktu yang sama. Tetapi dengan satu perbedaan, Barat mendominasi penggunaan senjata dan kekuasaan, sedangkan Ottoman melakukannya dengan keadilan dan kekuatan ide-ide mereka,” kata dia.

Berdasarkan sejarah peradaban Ottoman, sudah diketahui bahwa pada masa lalu Khilafah Turki Utsmaniyah lah yang mendominasi dunia dengan peradaban Islam.[]

(wi)

Sumber:  

https://www.yenisafak.com/en/columns/yusufkaplan/mr-borrell-dont-try-to-scare-turkey-muslims-with-the-ottomans-2047599
https://republika.co.id/berita/qh434y320/penulis-turki-hegemoni-barat-tampak-di-ambang-kehancuran