October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Menteri Agama Fachrul Razi | Foto: Antara/Puspa Perwitasari. Sumber: Republika.co.id

DPR Mempertanyakan Sikap Menteri Agama (Menag) Yang Kontroversi : Pemotongan dana BOS dan Isu Radikalisme

BerandaIslam.com — Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan sikap Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang sering menimbulkan kontroversi dan salah paham terhadap isu radikalisme.

Hal ini diungkap Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat memimpin rapat kerja dengan Menag Fachrul Razi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9). Rekaman hasil rapat tersebut juga sempat direkam dan diposting melalui kanal You Tube melalui channel @YouTrod.

Yandri juga mempertanyakan kebijakan Menag yang memotong anggaran BOS untuk madrasah, hal ini seperti menganaktirikan mereka. Padahal sejak awal sudah komitmen bahwa tidak ada pemotongan dana BOS sama sekali.

“Orang yang sedang terpuruk dengan Covid dihantam lagi dengan pemotongan itu.. saya sedih pak mendengar itu, diskriminatif tidak punya perhatian…. saya minta dikembalikan hak-hak anak miskin tu pak, nggak boleh kita seperti ini, zalim kita” ujar Yandri, yang juga tidak setuju melanjutkan pembahasan rapat tersebut kalau belum jelas.

Rencananya rapat antara Komisi VIII dengan Kemenag dilakukan untuk membahas anggaran tahun 2021. Namun karena kebijakan dan pernyataan Menag yang membuat kegaduhan di tengah masyarakat maka pihak DPR pun mempertanyakan hal tersebut.

Pernyataan Fachrul soal institusi pemerintah memiliki banyak peluang disusupi paham radikal yang diawali dengan mengirimkan anak-anak good looking untuk mendapatkan simpati, seperti seorang anak yang bahasa Arab dan hafal Al-Qur’an atau hafiz juga dikritik oleh Salah Satu Dewan Anggota DPR RI Dari Fraksi PAN M. Ali Taher.

“Menag gagal paham mengenai fungsi-fungsi pendidikan di kementrian agama…Bapak ini (Fachrul Razi) cocoknya jadi Menteri Pertahanan dan Keamanan”. Ujarnya

Terkait isu radikalisme, Ali Taher juga meminta kepada Menag agar berhenti membawa isu-isu radikalisme yang ditujukan dan diarahkan kepada Islam, umat Islam dan ajarannya.

“Kami mohon Bapak Menteri Agama berhentilah berkata radikalisme. Berhenti. Islam yang kita pahami ini adalah islam adalah Islam rahmatan lilalamin, Islam yang dibangun oleh baginda Muhammad Rasulullah saw penuh dengan kasih sayang tidak ada kebencian, kalau Menag sudah memandang umatnya penuh dengan kebencian berhenti jadi Menag.” tegasnya.[]

(WI)