September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pada hari Kamis (17/6), Cina dengan keras mengutuk ledakan bus pegawainya yang terjadi di barat laut Pakistan pada (13/6). Kejadian ini merupakan “serangan” yang mengakibatkan 12 kematian, yang sembilan di antaranya merupakan warga Cina. Penumpang bus yang berjumlah sekitar 40 orang yang bekerja sebagai insinyur Cina, surveyor, dan pekerja pemeliharaan mekanik yang bekerja pada proyek konstruksi Bendungan Dasu di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Sementara itu, Menteri Keamanan Publik Cina, Zhou Kezhi, mengungkapkan bahwa telah terjadi kecelakaan teknis yang disebabkan kebocoran gas di Islamabad, dalam penjelasannya setelah berbicara dengan rekannya dari Pakistan bahwa Cina dan Pakistan akan bekerja sama untuk mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut. Kerja sama ini dikuatkan dengan dikirimkannya ahli teknis dari Beijing untuk membantu penyelidikan. Ia juga meminta Pakistan untuk menutup kesenjangan dan memperkuat keamanan rakyat Cina di sana.

Pernyataan itu menekankan bahwa Presiden Cina, Xi Jinping, telah “memberikan instruksi penting”. Dilaporkan bahwa Beijing telah menginvestasikan miliaran dolar di negara ini dalam beberapa tahun terakhir. Dilaporkan juga bahwa pada bulan April, Taliban Pakistan mengakui bahwa kelompoknya ikut terlibat dalam serangan bunuh diri di sebuah hotel mewah di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, di mana duta besar Cina sedang menginap di dalamnya—meskipun tidak mengalami luka-luka akibat serangan bunuh diri tersebut karena keberadaannya tidak di tempat kejadian saat peledakan terjadi—.
Tanggapan Al-Waie: Tampaknya setelah mundurnya AS dari Afganistan, kawasan tersebut akan berubah menjadi arena konflik baru dengan China, sebagaimana yang telah direncanakan oleh AS.[]

Diterjemahkan dari Majalah Al-Waie edisi 419, terbit pada bulan Zulhijah 1442 H/Juli 2021 M

Judul Asli : “Cina Menganggap Serius Serangan terhadap Bus yang Membawa Pekerjanya di Pakistan dan Mengirim Penyelidik”

Sumber : http://www.al-waie.org/archives/article/17822