April 15, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com – Dikutip dari sumber CNN (24/9) Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis (24/9) mengatakan bahwa AS telah “menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia”. Kedua negara terus berdebat dan bersitegang tentang pandemi virus korona selama pertemuan di dalam Dewan Keamanan PBB.

Perwakilan AS untuk PBB Kelly Craft mengkritik China atas menyembunyikan asal mula virus. Craft mengklaim keputusan untuk menyembunyikan asal mula virus ini, meminimalkan bahayanya, dan menekan kerja sama ilmiah merupakan tindakan Beijing yang mengubah epidemi lokal menjadi pandemi global. Zhang Jun dari Tiongkok dengan cepat menolak pernyataan Craft.

“Saya harus mengatakan, cukup sudah cukup. Anda telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia,” kata Zhang.

“Sayangnya, kami sekali lagi mendengar suara-suara dari AS yang sangat bertentangan dengan suasana pertemuan.” Ujar Zhang

Perselisihan itu terjadi dua hari setelah Presiden AS Donald Trump kepada Majelis Umum menyalahkan China atas pandemi Covid-19 karena menahan informasi tentang virus.

Bottom of Form

Trump menuduh Beijing “mengizinkan penerbangan meninggalkan China sehingga menginfeksi dunia” dan menyebut Covid-19 sebagai “virus China”.

Zhang mengatakan AS sendirilah yang harus disalahkan. Sejak Januari, AS telah mendiagnosis lebih dari 6 juta kasus virus korona di dalam populasinya, dan kehilangan lebih dari 200.000 nyawa karena penyakit tersebut.

Perwakilan Rusia pada sesi tersebut juga mengkritik tuduhan Craft.

“Kami menyesali fakta bahwa perwakilan Amerika Serikat memilih pertemuan ini dan platform Dewan Keamanan PBB untuk membuat tuduhan tidak berdasar terhadap salah satu anggota Dewan Keamanan,” kata Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia.

Sedangkan menurut catatan soal jawab Amir Hizbut Tahrir menyatakan bahwa awal tersebarnya Corona Covid-19 berasal dari China.

“Studi ilmiah dan kesehatan mengatakan bahwa virus ini berpindah dari hewan ke manusia. Sebab di China tersebar kebiasaan memakan semua jenis hewan hingga yang buruk karena keberadaan mereka sebagai orang kafir paganis yang tidak membedakan antara yang buruk dan yang baik (thayyib)” tulis soal jawab tersebut.

Perang kata antara Amerika dan China disebabkan menyebarnya cirus Crown SARS-2 (Covid-19). Masing-masing dari dua negara itu menyalahkan yang lain sebagai aktor langsung dalam penyebaran penyakit ini. Meski kedua sistem yang berlaku di China dan Amerika Serikat, berada di belakang penyebarannya. Dan tidak adanya bukti yang terindera bahwa Amerika Serikat atau China adalah pihak yang menularkan virus atau merekayasanya kemudian dengan cepat menular ke negara-negara lain.

Di dalam soal jawab tersebut menjelaskan paling tidak ada dua sebab Pertama, kedua negara itu tenggelam hingga kedua telinganya di dalam penyakit ini! Kedua, tidak benarnya ucapan bahwa dua negara itu yang merekayasa virus Covid-19. Sebab tidak ada bukti bahwa virus tersebut dibuat di laboratorium.

Dikutip dari Nature Medicine mengatakan, “melalui perbandingan rantai genom yang sudah ada untuk rantai virus Corona yang sudah dikenal, kami dapat mengkonfirmasi dengan kuat bahwa virus Corona muncul dari proses alami”. Majalah tersebut juga mengatakan, “pandangan ini didukung oleh data dari tulang punggung virus dan struktur molekulnya. Siapa yang ingin merekayasa virus di laboratorium maka hal itu tampak di dalam tulang punggung virus” (https://www.npr.org). 

Penyebaran penyakit ini justru disebabkan karena penerapan sistem kapitalis. Sistem dan orang-orang kapitalis telah membuat keburukan di dunia. Mereka tidak hanya memberi nilai kepada kepentingan dan ketamakan mereka Pemerintah Amerika, China, Rusia, Eropa dsb adalah sebab penderitaan dunia dan penderitaan rakyat mereka. Kejahatan-kejahatan mereka terhadap umat manusia banyak.

Soal jawab tersebut mengutip ayat Alquran yang menyatakan :

Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.” (TQS az-Zumar [39]: 51).

Soal jawab tersebut juga menyebutkan bahwa kesalahan solusi dari kapitalis semakin memperparah keadaan. Para kapitalis dan serupa mereka menyelesaikan masalah ini berdasarkan tiga tahap Pertama, menyembunyikan topik, Kedua: karantina dan isolasi parsial, Ketiga, isolasi semi total di rumah.

Tiga solusi tersebut tidak mengatasi persoalan, tetapi akan meningkatkan kegagalan ekonomi dan kegagalan lainnya. Kemudian melipatgandakan penyakit ini dan kebosanan dan kejemuan yang menimpa masyarakat. Inilah yang terjadi pada kondisi-kondisi di masyarakat kapitalis.

Sedangkan di dalam Islam solusi yang shahih untuk penyakit ini adalah seperti yang ada di dalam syariah Allah SWT.

“…dengan negara menelusuri penyakit tersebut sejak awalnya dan bekerja membatasi penyakit di tempat kemunculannya sejak awal dan orang-orang sehat di tempat-tempat lainnya tetap bekerja dan berproduksi” sebagaimana tertulis di dalam soal jawab tersebut. []

Sumber :
https://www.cnn.com/2020/09/24/world/unga-china-us-security-council-intlhttp://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer/political-questions/66945.html