September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pada hari Kamis (15/7), akun Twitter resmi program “Hadiah untuk Keadilan” dari Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dolar sebagai imbalan atas informasi yang mengungkap identitas peretas yang melakukan operasi siber jahat atas nama pemerintah asing. Para peretas tersebut menargetkan infrastruktur AS—seperti peretasan komputer dan serangan pemerasan—yang melanggar hukum federal Amerika.

Para peretas yang diyakini berada di balik operasi pemerasan berskala besar dan menargetkan ratusan perusahaan di seluruh dunia ini telah menuntut uang tebusan sekitar 70 juta dolar untuk pengembalian data yang telah mereka ambil. Permintaan tersebut diunggah di Dark Web, sebuah blog yang biasanya digunakan oleh Revell Gang untuk melakukan kejahatan di dunia maya. Di mana Revell Gang sendiri adalah sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan Rusia dan merupakan salah satu geng internet yang paling banyak digunakan di dunia untuk melancarkan aktivitas pemerasan.

Tanggapan Al-Wa’ie: Siapapun yang memperhatikan apa yang menimpa dunia saat ini dari segi perkembangan keilmuan yang tidak teratur, bebas, melampaui batas, dan didominasi oleh negara-negara yang tidak memiliki nilai—di mana individu mereka lebih dekat pada kegilaan dan kenakalan daripada rasionalitas—, memperkirakan bahwa dunia akan dikuasai oleh atmosfer ‘serba boleh’ secara umum, di mana tidak ada batasan yang ditetapkan serta larangan yang dijaga di dalamnya.

Diterjemahkan dari Majalah Al-Waie edisi 419, terbit pada bulan Zulhijah 1442 H/Juli 2021 M

Judul asli : Amerika Tawarkan 10 Juta Dolar bagi Siapapun yang Mampu Mengungkapkan Identitas Pembajak Internet

Sumber :
http://www.al-waie.org/archives/article/17822