October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Foto: Sebuah demonstrasi mengenai Suriah di Jakarta (ilustrasi). Sumber Foto :: Republika.co.id

Aksi Demonstrasi Damai Boleh, Yang Haram Adalah Demokrasi

BerandaIslam.com – Terkait demonstrasi terhadap Omnibus Law, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa demo tersebut adalah haram. Namun hal ini dijelaskan oleh Ustadz Zikri Ketua Ma’had Inhadhul Fikri Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (13/10) kemarin melalui wawancara singkat kepada Beranda Islam.

Beliau menjelaskan, bahwa di dalam sistem demokrasi, demo adalah salah satu cara untuk menyampaikan pendapat yang seharusnya dijamin oleh UU. Demo juga bisa terjadi karena ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah.

“Namun kalau dalam perspektif Islam, ada namanya mengoreksi penguasa; caranya bermacam-macam, dan boleh dilakukan secara terbuka, tentunya dengan adab-adab yang sudah diatur di dalam Islam semisal tak boleh merusak fasilitas umum, dsb,” ujar beliau.

Zikri juga menjelaskan Omnibus Law tampak jelas menguatkan posisi kapitalis dan menyengsarakan status rakyat jelata dan merupakan penyakit turunan dari sistem demokrasi sekuler yang diterapkan oleh negara kita saat ini.

“UU (Omnibus Law) ini jelas menampakkan kezaliman yang nyata, dan kita tak boleh berdiam diri terhadap kezaliman. Namun hendaknya aksi kritik ini tak berhenti sebatas mengingkari UU omnibus law ini saja; karena tak hanya undang-undangnya yang zalim, sistem demokrasi sekuler ini juga adalah sistem kufur yang bukan berasal dari islam,” tegas beliau

Islam seharusnya diterapkan secara utuh baik secara individu, masyarakat dan negara. Dalam sistem demokrasi tentu saja sulit melahirkan UU berdasarkan Islam karena demokrasi merujuk pada akal manusia dan berasaskan manfaat kepentingan golongan tertentu.

“UU zalim lain akan terus bermunculan selama sistem yang dianut adalah berasal dari manusia (demokrasi), yang bisa saja dipenuhi kepentingan politik dan ambisi pribadi,” pungkasnya. []

(wi)