September 15, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pada Rabu (14/7), Dewan Pemerintah AS menyetujui undang-undang dari Partai Demokrat dan Republik dengan suara bulat yang disahkan oleh senat untuk melarang impor segala jenis produk dari Provinsi Xinjiang, Cina. Ini dilakukan sebagai upaya baru Washington untuk memidanakan Beijing atas apa yang disampaikanya, bahwa penindasan (yang dilakukannya) merupakan genosida berkelanjutan terhadap warga Uyghur dan kelompok muslim lain. Organisasi Hak Asasi Manusia mencurigai Cina menahan jutaan muslim Uyghur dengan total mencapai 11 juta kepala di kamp-kamp militer Xinjiang sejak 2017, namun Cina menyangkalnya dengan tegas.

Ia menyatakan bahwa kamp-kamp tersebut adalah “Pusat Pelatihan Keterampilan” yang bertujuan untuk menjauhkan penduduk dari ekstremisme dan separatisme, setelah orang-orang Uyghur melakukan beberapa serangan berdarah terhadap warga sipil. Biden telah menyetujui penandatanganan mantan Presiden AS, Trump atas undang-undang —yang telah disahkan dengan dukungan luar biasa dari kongres pada Juni 2020— yang melegalkan pemberian sanksi kepada siapa pun pejabat Cina yang terlibat dalam represi etnis Uyghur, sebagaimana dijatuhkannya sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintahan Cina yang disebabkan adanya pelanggaran serius Hak Asasi Manusia terhadap minoritas muslim di wilayah Xinjiang.

Tanggapan Al-Waie: Tampaknya Amerika telah mengubah strateginya menjadi strategi berhadapan langsung dengan Cina dan menyibukkannya dengan masalah-masalah internal. Hal itu dilakukan untuk memblokade serta mencegah hegemoninya meluas ke luar negeri dan mencegah tercapainya tahap persaingan internasional dengan Cina. Amerika ingin memanfaatkan kaum muslimin masuk dalam permusuhan demi kemaslahatannya, seperti yang terjadi di Afghanistan maupun Turkistan. Apabila benar-benar dilakukan, maka yang terjadi saat ini adalah dipersenjatainya Uyghur, distimulasi untuk merevolusi Cina, dan dipasok persenjataan destruktif untuk membuat Cina lelah, bukan dalam rangka menolong kaum muslimin.
Jika pernyataan tersebut benar, maka kita akan melihat skenario Afganistan melawan Rusia terulang kembali dengan Cina, dan akan kita lihat negara-negara teluk bergegas mengulurkan tangan membantu muslim Uyghur yang tertindas. Bukan untuk menolong agama, melainkan untuk menolong Amerika seperti sebelumnya terjadi di Afghanistan, Bosnia, Herzegovina dan Kosovo, dan apa yang terakhir kali terjadi di Suriah bukanlah kejadian yang baru dari kita.

Diterjemahkan dari Majalah Al-Waie edisi 419, terbit pada bulan Zulhijah 1442 H/Juli 2021 M

Judul Asli : Akibat Penindasan Cina terhadap Uyghur, Dewan Pemerintahan Amerika Melarang Impor Produk dari Xinjiang

Sumber :
https://mediamuslimtimurtengah.wordpress.com/2021/08/29/berita-muslim-di-dunia-bagian-2/

http://www.al-waie.org/archives/article/17822