September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Syiria (Sintang)

Memperhatikan umat dalam berbagai aspek kehidupan adalah kewajiban penguasa. Ia wajib terjun mengurus kepentingan-kepentingan umat, dan tidak boleh menyerahkan tugas-tugas tersebut dalam arti lepas tangan. Rasulullah Saw bersabda, “Setiap hamba yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk memperhatikan rakyatnya namun pada saat meninggal dunia ia dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan ia masuk surga” [HR. Bukhari dan Muslim]

Kepentingan-kepentingan ekonomi umat adalah masalah penting yang perlu mendapat perhatian besar dan yang diprioritaskan oleh para khalifah (red_penguasa) demi meningkatkan taraf hidup, dan dalam waktu yang sama juga demi menjamin kekuatan mereka.

Pada masa Kekhilafahan Islam, sebagai konsekuensi pada masa penaklukan suatu wilayah maka dilarang mengganggu kegiatan ekonomi atau mengabaikan kewajiban-kewajiban lain yang harus dipenuhi terhadap rakyat. Salah satunya adalah sarana-sarana kepentingan umum seperti transportasi.

Pada masa sekarang ini, kebutuhan publik termasuk sarana transportasi umum diserahkan kepada swasta tanpa ada campur tangan pemerintah. Penguasa hanya mengawasi tanpa terlibat secara langsung. Fakta inilah yang juga terjadi di Indonesia.

Jika memang negara tidak sanggup dijadikan sebagai alasan, yang kemudian menyerahkannya kepada swasta maka seharusnya ada kendali dari penguasa. Artinya negara tidak boleh begitu saja lepas tangan dan membiarkan sarana umum itu diambil dan dikelola oleh swasta secara penuh.

Seyogianya, kebutuhan hajat publik umat dikelola oleh negara secara langsung. Dalam hal transportasi, seharusnya semua transportasi umum adalah milik negara yang diperuntukkan umat tanpa mengabaikan keamanan umat. Lantas, dana darimana untuk mengelola semua itu?

Solusinya adalah dengan penerapan Islam, karena Islam telah mengatur kepemilikan harta termasuk harta negara. Jika semua kekayaan milik negara dikendalikan dan dikelola oleh negara untuk kebutuhan kesejahteraan umat, maka wilayah Indonesia yang sangat luas dengan kekayaan mineral serta lainnya sudah pasti cukup bahkan lebih jika hanya untuk memenuhi semua kebutuhan publik. Tidak hanya transportasi umum melainkan semua kebutuhan publik umat termasuk yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.[]