September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Alfiyah (Pontianak-Kalbar)

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan petugas, peristiwa korban di-bully dan dipaksa memperkosa kucing sambil direkam, terjadi pada 14 Juni 2022 (www.kalbarterkini.com 26/07/2022).

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya Ato Rinanto menduga rangkaian perlakuan perundungan yang dilakukan pelaku yang tak lain adalah teman korban menimbulkan depresi, hingga korban sempat mengalami sakit.

KPAID Tasikmalaya yang turun dalam penanganan kasus ini, memberikan pendampingan pada keluarga korban. Dokter di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tasikmalaya buka suara soal penyebab kematian bocah yang meninggal dunia usai depresi karena dirundung (bully) dan dipaksa setubuhi kucing.

Kasus bullying atau perundungan ini bisa terjadi pada siapa saja. Baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Bullying ini terjadi di sekolah, kampus, di kantor maupun di lingkungan rumah.

Bullying ini punya dampak yang sangat fatal. Kekerasan fisik bisa meninggalkan luka, bahkan kematian. Banyak hal yang melatarbelakangi pemicu bullying, bisa jadi karena pelakunya punya masalah pribadi yang membuat mereka tidak berdaya, akhitnya muncul keinginan balas dendam dan melampiaskan pada orang lain yang terlihat lebih lemah dari dirinya. Ada yang ditendang, dikeroyok, dipukul, dimaki, dilecehkan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya.

Apapun penyebabnya adalah karena mereka kurang memahami mana yang benar dan mana yang salah. Mereka jauh dari agama, hidup di sistem yang merusak pemikiran yakni paham kapitalisme dan sekuler. Paham sesat ini memiliki doktrin yakni memisahkan agama dari kehidupan. Tak heran hasilnya melahirkan masyarakat yang abai akan syariah Islam yang menghargai manusia baik dari sisi jiwa mupun kehormatannya.[]