October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Alfiyah (Pontianak)

BNPB mempunyai utang Rp 1,45 Triliun dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berupa pembelian helikopter 30 unit dan lain-lain (pontianak.tribunnews.com, 28/8/2021)

Utang yang menggunung itu adalah bukti bahwasanya tatanan kapitalisme gagal dalam menuntun negara dalam mengelola kekayaan. Di tambah opsi negara dalam mengelola kekayaan adalah dengan cara gali lubang tutup lubang. Hal ini hanya menjadikan negara menjadi tidak mandiri.

Terlepas dari apa pun faktor penyebab utama karhutla di Indonesia, yang dibutuhkan adalah upaya pencegahan dan penanggulangan bencana yang baik dari pemerintah sebagai penanggung jawab kemaslahatan masyarakat. Juga tindakan hukum yang tegas terhadap setiap pihak yang berbuat kriminal.

Negara juga harus membangun kanal-kanal di sekitar wilayah rawan bencana untuk menyimpan air pada akhir periode musim hujan. Agar danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya berfungsi dengan baik pada saat dibutuhkan. Lantas darimana negara mendapatkan dana untuk membangun itu semua?

Nabi saw. pernah bersabda,
”Manusia bersekutu dalam kepemilikan atas tiga hal: air, padang penggembalaan dan api.” (HR Imam Ahmad).

Pengelolaan kekayaan SDA seharusnya dikembalikan kepada negara untuk kepentingan rakyat bukan dikelola oleh swasta apalagi asing. Pengelolaan SDA dalam Islam sangat menguntungkan rakyat dan negara. Keuntungan hasil dari penjualan barang tambang ke luar negeri di bagikan ke seluruh rakyat dalam bentuk uang, barang atau membangun bendungan,danau, waduk dll.dan juga untuk membangun sekolah secara gratis, rumah sakit gratis, dan pelayanan umum lainnya. Sebab SDA pada suatu negeri bukan hanya milik negeri tapi milik kaum muslimin.[]

Wallahu a’lam bisshhowab.