October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Yusuf Kushandiansyah (Pontianak)

Saya pulang lebih awal dari pada yang lain, karena dapat kabar nenek sedang sakit keras. Di antar ke bandara oleh pengasuh untuk segera pulang ke kampung halaman. Hari itu memang terasa ada yang kurang, banyak hal yang membuat perasaan menjadi tidak nyaman.

Misalnya, pertama, saat ingin membeli jajan di minimarket di dalam bandara. Uang yang ada hilang, dan hanya menyisakan 10 ribu di dalam saku. Tentu saja perasaan sangat malu saat ingin membayar jajanan, di tambah lagi tatapan kasir yang menatap dengan sinis menjadi suasana yang tidak nyaman.

Kedua, saat ingin mengambil uang di mesin ATM, kartu ATM tidak mau kembali. Dengan segera bergegas ke security untuk melaporkan, ia pun mejelaskan kartu saya tertelan mesin ATM. Disarankan pula olehnya untuk mendatangi pihak bank yang ada di bandara.

Namun petugas Bank menyatakan tidak dapat membantu karena sedang sibuk. Ternyata mesin ATM pun bisa lapar, yang membuat tersenyum sendiri dalam hati. Lagi-lagi sulit untuk memperoleh uang, sungguh hari itu hari yang penuh dengan cobaan.

Terakhir, pesawat yang akan ditumpangi ternyata diundur penerbangannya 2 hari ke depan alias lusa baru akan diterbangkan. Langsung segera mangabari keluarga di rumah, bersyukurnya dibelikan tiket baru.

Pertanyaannya benarkah kepulangan kali ini penuh dengan cobaan dan ketidakberuntungan? Tidak juga apabila kita mau merenungkannya. Karena kita sebagai manusia hanya bisa berencana. Allah lah yang Maha Menentukan. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah. Kita sebagai manusia harus merasa benar-benar lemah. Yaa Rabb, tiada daya dan upayaku selain atas kehendak-Mu. Inilah kepulangan ke kampung halaman yang paling beruntung. Karena kita sebagai hamba menyadari kelemahan diri dan hanya berharap pertolongan kepada Allah SWT.[]

WalLahu’alam bisshawwab