April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Para Pembaca sekalian, beredar luasnya tagar dan ajakan untuk menonton film Jejak Khilafah di Nusantara telah ada di sosial media sejak beberapa hari yang lalu. Berbagai fitnah juga bermunculan, padahal belum diketahui benar atau tidaknya. Penolakan dan opini negatif juga tidak sedikit yang mengatakan dengan berbagai cara. Alasan satu-satunya karena disana akan terungkap jejak institusi Khilafah yang masuk dalam ranah radikal menurut rezim hari ini.

Ada beberapa poin penting dari film tersebut, pertama, film ini merupakan film perdana untuk mengungkap sejarah Khilafah di Nusantara, menurut hemat kami belum ada film sejenis. Artinya film ini layak di jadikan sebagai pembanding tentang sejarah di Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui sejarah Indonesia banyak terjadi ketidakjelasan atau kekaburan sejarah, misalnya penghapusan kata dari Piagam Jakarta yakni kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, yang menjadi cikal bakal dari rumusan dasar negara. Peristiwa ini sendiri masih menjadi pertanyaan sejarah.

Berawal dari Mohammad Hatta menerima telepon dari Nishiyama, pembantu Admiral Maeda, menanyakan kesediaan untuk menerima tamu seorang opsir Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Tamu itu hendak menyampaikan suatu hal yang amat penting bagi Indonesia.

Opsir dimaksud – Bung Hatta sendiri lupa namanya – mengaku datang sebagai utusan Kaigun untuk memberitahukan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik di daerah yang dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang berkeberatan terhadap bagian kata yang berbunyi: “Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Jika bagian kalimat itu ditetapkan juga, mereka lebih suka berdiri di luar Republik Indonesia. Pertanyaannya, siapakah opsir Kaigun yang datang ke rumah Mohammad Hatta di Jalan Diponegoro No 57 Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 pukul 17.00 sore itu?

Kedua, mengingatkan umat Islam bahwa Khilafah adalah bagian dari sejarah mereka, dan sejarah Nusantara. Khilafah pada tahun 1924M, telah dihancurkan oleh Musthafa Kamal, yang bekerjasama dengan Inggris, merupakan kejahatan yang besar. Sehingga penting untuk membalikkan opini tentang ide dan konsep dari Khilafah.

Ketiga, Khilafah adalah agenda vital umat Islam, yang dengannya hudud bisa ditegakkan, kehormatan bisa dijaga, bahkan sikap toleran akan terjamin bagi pemeluk agama manapun. Termasuk pemenuhan kebutuhan pokok dan hak masing-masing penduduk, karena ini merupakan tugas dari Khilafah. Sekaligus meluruskan bahwa syariah Islam apabila diterapkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Maka dari itu marilah kita sambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 H, bertepatan tanggal 20 Agustus 2020, dengan sikap perjuangan untuk meraih kemerdekaan yang hakiki negeri ini. Patut kita apresiasi keberadaan film Jejak Khilafah di Nusantara tersebut, apabila ada kekeliruan kita luruskan, dan jika ada yang salah kita perbaiki. Hilangkan sifat hasad dan dengki di dalam diri, InsyaAllah, mari kita tonton bersama-sama. Terakhir jangan lupa, selamat membaca.

Salam Redaksi Beranda Islam