April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pembaca yang budiman, wabah pandemik Corona, yang dimulai di Wuhan, Cina telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi global mengalami pertumbuhan negatif. Tidak terkecuali di Indonesia, bahkan jurang menuju resesi ekonomi semakin nyata. Meskipun memiliki hubungan erat dengan Cina belum mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia. Lebih jauh lagi, apabila terus-menerus terjadi resesi maka depresi ekonomi tidak bisa dielakkan.

Sistem ekonomi kapitalis, sejak awal sudah memiliki asas yang keliru. Mencampuradukkan antara ilmu ekonomi dan sistem ekonomi adalah suatu kesalahan. Bukannya menyiapkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, tetapi memproduksi barang dan jasa sesuai dengan keinginan masyarakat. Padahal, antara kebutuhan dan keinginan tentu saja dua perkara yang berbeda.

Aktivitas menggabungkan faktor produksi, konsumsi dan distribusi, akhirnya membuat para ekonom kapitalis fokus terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang nantinya akan menghitung pendapatan nasional dalam negeri. Padahal taraf ekonomi dan kebutuhan masyarakat harus dilihat secara individu per individu bukan ekonomi masyarakat secara umum. Belum lagi aktivitas perdagangan yang bersifat non riil, saham, bunga perbankan hinga valas, yang menjadi sebab utama sumber krisis dan ketimpangan ekonomi.

Ekonomi kapitalis ini lah yang diadopsi dan ditiru oleh Indonesia. Semakin menambah masalah-masalah lainnya yang sudah ada. Masalah korupsi Djoko Tcandra, dinasti balas budi, RUU Cilaka, pelecehan seksual hingga kebobrokan moral para Youtuber yang mencari keuntungan dengan menonjolkan aspek seksualitas terus mewarnai negeri Zamrud Khatulistiwa. Ternyata, menjelang perayaan HUT RI yang ke-75, Indonesia belum benar-benar merdeka, khususnya masih terjajah oleh aturan buatan manusia.

Sistem ekonomi Islam hadir untuk memberikan solusi. Islam memfokuskan masalah utama ekonomi adalah pada masalah distribusi barang dan jasa, yakni memastikan setiap orang per orang mendapatkannya sesuai dengan kebutuhan, terlebih lagi kebutuhan pokok. Ekonomi Islam harus didukung juga oleh aturan-aturan lainnya, terintegrasi satu dengan yang lainnya. Mewujudkan ekonomi yang baik tentu harus berdasarkan kepada aturan yang baik pula, dan penerapan aturan secara totalitas bersumber dari Zat Yang Maha Mengetahui yaitu aturan Allah SWT.

Hormat kami

Redaksi Beranda Islam