October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Tidak ada kejahatan yang lebih besar dan lebih parah dalam menjajah pemikiran dan merusak perasaan (umat) daripada (yang dilakukan oleh) media jahat zaman ini; zaman ruwaibidhah (orang fasik dan bodoh yang turut campur dan berbicara dalam urusan orang banyak). Zaman di mana Barat kafir penjajah menyakiti pemikiran dan hati umat ini dengan mesin jahatnya untuk memalsukan kesadaran umat dan melancarkan jalan hegemoninya.

Media (yang ada di antara kita) hanyalah sebuah kerendahan pemikiran dan politik, juga agen Barat dalam melaksanakan berbagai proyek dan kebijakannya, dan puncak dari onggokan media jahat saat ini adalah saluran Al-Jazeera di Qatar.

Saluran tersebut diberlakukan pada kita oleh Barat kafir penjajah setelah sebelumnya merupakan sperma dinas intelijen Inggris, kemudian dibuat di rahim terkutuk British Broadcasting Corporation (BBC). Bukanlah sebuah kebetulan bahwa kelahiran saluran Al-Jazeera bertepatan dengan penutupan al-qism al-‘Araby (bagian bahasa Arab) dari stasiun televisi Inggris BBC, setelah kehadirannya tidak lagi dibutuhkan. Kemudian Barat juga menyertakan dan memasukkan banyak pekerja dari stasiun televisi Inggris untuk saluran Al-Jazeera. Qatar dipilih untuk menjadi markas Al-Jazeera, dan rezimnya mengurus Arabisasi serta pembiayaan orang-orangnya (yang dilatih bahasa dan budaya Arab, peny.), dan mulai mengudara pada 1 November 1996.

Begitu ia diminta untuk mendatangkan fitnah, maka dia akan mendatangkannya hanya dalam waktu singkat. Setelah itu dimulailah penyesatan, distorsi, penistaan, pembalikkan fakta, peremehan situasi, pemalsuan kesadaran, dan peyimpangan perasaan. Itu semua merupakan metode dan sarana yang direncanakan secara tersembunyi untuk mengeluarkan Islam dari lingkaran pemikiran, politik dan opini, juga membuat masyarakat tidak membutuhkannya (Islam), di bawah kesamaran satu opini dengan opini lain, serta kecenderungan yang berlawanan, yang saling bertentangan agar umat tidak lagi berfikir untuk bebas dari cengkeraman Barat kafir penjajah dan kembali kepada dasar Islam yang agung.

Saluran ini mengkontradiksikan umat dalam Islamnya (agamanya), sejarahnya, masa lalunya dan masa depannya. Saluran ini juga mengobarkan perang proksi melawan Islam dan menutupinya dengan hal-hal lainnya. Saluran ini berusaha untuk menentang aturan-aturan Islam yang merupakan penghalang yang tidak dapat ditembus tanpa dominasi dan perampasan pemikiran dan politik oleh kafir Barat. Penentangan tersebut datang dengan cara yang buruk dan licik sehingga membuat pendengar menganggapnya sebagai argumen antara (orang yang ber-) opini dengan lawannya. Padahal faktanya, itu merupakan laporan hasil yang sudah disiapkan sebelumnya, analisis dan debatnya sudah dibuat narasinya, bukti-bukti (yang mendukung narasi penentangan terhadap Islam) sudah dikumpulkan, isi dialog dan para pembicaranya juga telah dipilih.

Kemudian apa saja yang berasal dari budaya Barat dan politik penjajah diserukan oleh para pengikutnya, penganutnya, dan kerabat terdekatnya. Sedangkan apa yang berasal dari Islam dan permasalahan penganutnya, dalam taktik mereka, mereka mencari bantuan kepada sekuleris yang berjanggut, yang argumentasinya lemah, pemikirannya dangkal, yang memiliki kerapuhan budaya dan secara psikologis kalah di hadapan Barat. Sekalipun pernah sesekali terlihat ia sebagai sosok yang sadar dan ikhlas, itu merupakan taktik (penipuan) bukanlah cinta. Begitulah bagaimana kasus-kasus hilang dengan menyerahkannya kepada pengacara yang gagal. Selain itu, tipu daya dan manipulasi pikiran ini memiliki propaganda dan ornament (hiasan) sehingga para korban bisa dilemparkan dari satu perangkap ke perangkap lainnya, dan dari satu penyergapan ke penyergapan lainnya. Semua itu terjadi secara rahasia.

Saluran ini memiliki doktrin dan program yang telah dipilih sebelumnya, dan pilihan tersebut ditentukan oleh Barat; pemikiran sekuler (sebagai doktrin), juga politik penjajahan (sebagai metode). Berbagai opini dan pandangan yang berlawanan, tak lain merupakan pintu masuk doktrinnya dan pengadopsian metodenya. Maka jangan sampai ada yang melelahkan dirinya sendiri (dengan mempedulikan opini yang dibawakan Al-Jazeera), karena saluran Al-Jazeera tak lain hanyalah salah satu frekuensi dan gelombang penyiaran media milik Barat.

Benar atau salahnya opini bukanlah kepentingannya, juga bukan sebagai penentu baginya, akan tetapi sumber berita dan acuan pemikirannya itulah yang menjadi penentu tanpa melihat pertimbangan yang lain. Opini menurut saluran Al-Jazeera cukup sebatas apa yang dipandang dan disarankan oleh Barat kafir penjajah. Maka, terdapat perbedaan yang besar antara penelitian dan analisis yang ditujukan untuk mendapatkan hasil (dari penelitian dan analisis tersebut), dengan penentuan hasil, kemudian ditempuh penelitian, analisis dan pengumpulan bukti-bukti (terhadap hasil yang sudah ditentukan sebelumnya), dan yang kedua adalah pekerjaan dan kebiasaan yang ditempuh oleh media Al-Jazeera.

Media ini jelas memiliki maksud dan tujuan yang dibuat oleh musuh, yaitu orang-orang kafir, dan berjalan sesuai dengan (tujuan dan maksud tersebut). Sehingga ia (saluran Al-Jazeera) harus membuat (berita), merubah, dan menggunakan banyak akal semaksimal mungkin sesuai dengan maksud dan tujuannya. Awak media dan jurnalis tak lain hanyalah gambar dan suara yang berjalan sesuai dengan tujuan dan maksud tersebut. Maka, tak ada tuntutan bagi awak media dan jurnalis Al-Jazeera untuk memiliki sifat amanah dan kejujuran dalam berkata. Sebaliknya, pita suara mereka digunakan semaksimal mungkin untuk mengirimkan apa yang telah diedit sesuai ketentuan editorial. Naskah dan penulisnya sudah sejak lama berasal dari lingkaran Barat.

Dalam mencapai maksud dan tujuannya yang busuk, meminta bantuan dengan cara yang hina dan rendahan bukanlah penghalang baginya. Media ini telah membuat perjanjian dengan dahdah* rendahan melalui jaringan Al-Jazeera Plus (AJ+) yang jahat pada tahun 2017 untuk menyebarkan kebodohan setiap pengingkar akal dan penciptanya dengan dalih penyederhanaan ilmu, dan itu benar-benar penyederhanaan, namun penyederhanaan kebodohan dan kejahilan serta menjadi jalan menuju pengingkaran dan kekufuran.

Pada tahun 2010, Al-Jazeera mendatangkan agen kawakan Azmi Bishara yang tinggal dan bermarkas di Knesset, Israel ke Qatar, kemudian mendirikan markas pengkhianatan yang dinamakan Arab Center for Research and Policy Studies, kemudian mengangkat Azmi Bishara sebagai pimpinan direkturnya, yang menjanjikan terwujudnya individu, negara dan masyarakat sekuler. Dengan begitu Al-Jazeera menjadi mimbar dan altar bagi Azmi Bishara untuk mengalihkan kompas revolusi rakyat di wilayah tersebut, dan memalingkan mereka dari Islam sebagai penyelamat dari dominasi dan penjajahan Barat, hingga ia menjadi teman mereka sebagai penonton revolusi di Tunisia, Mesir, Yaman dan Syam.

Kemudian, dalam kekejiannya, dengan sengaja mengubah yang tinggi dengan yang rendah, yang baik dengan yang buruk, yang mulia dengan yang hina. Saluran Al-Jazeera tak lain hanyalah pemutar balik kebenaran, pendistorsi fakta, dan menggantikan orang yang tak pandai bicara dengan orang yang fasih, serta melakukan penyesatan dengan menyembunyikan laporan (fakta).

Namun, peristiwa-peristiwa besar menampakkan intrik tersembunyi hingga tersebar, dan membongkar subtil konspirasi hingga membesar. Itulah yang terjadi, begitupun dengan pernyataan penjahat Prancis yang menyerang Islam dan Nabi-Nya SAW menyebabkan seluruh umat bergerak sebagai bentuk nushrah untuk Nabi mereka, pemimpin dan penggeraknya adalah politisi ideologis terbaik di antara mereka, yang paling bertaqwa dan paling bersih. Maka Al-Jazeera dan di belakangnya kafir Barat merasa takut akan kebangkitan/pergerakan umat, dan ketundukan umat terhadap generasi terbaiknya itu menjadikannya marah.

Sebagaimana biasanya Al-Jazeera yang memposisikan Islam dan penganutnya sebagai musuh, telinganya tuli dari mendengar gemuruh lautan umat Nabi Muhammad SAW yang riuh sebagai bentuk nushrah terhadap Nabi, imam, dan pemimpin mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam. Matanya buta dari melihat panji, bendera, dan orang-orang dari kalangan pemimpin nushrahnya, yaitu Rasulullah SAW. Bahkan ia menutupi pengkhianatan pekerjanya dan kelancangan penyesatannya sebagaimana yang biasanya ia lakukan terhadap kita, demi memperdengarkan suara dan memperlihatkan gambar gonggongan anjing Prancis yang menjulurkan lidahnya selama satu jam penuh.

Kemudian dia mempercayakan salah satu pelayannya dan direktur pengelolanya dengan tugas mengkerdilkan tekad para perubah dan pembebas, menyimpangkan konflik dari tabiatnya (peradaban) serta menggambarkannya (konflik peradaban) sebagai ekspresi perbedaan pendapat dan persaingan politik, demikianlah kicauannya bergulir demi tujuan ini.

Luar biasa, saluran ini menyangkal kebenaran dan menyembunyikan fakta, mengetahui tapi bersikap seolah tak tahu, benar-benar melihat tapi seolah tak melihat. Sungguh, ialah penyangkal paling ekstrim dalam mengabarkan berita, ia mesti mengetahui dan melihat keledai tua dan buta di padang pasir yang tersapu banjir Eufrat. Adapun riuhnya gemuruh laut dari umat untuk mendukung Nabi mereka yang dipimpin oleh partai ideologis yang mapan di hari yang cerah, di hadapannya percetakan tutup dan kamera-kamera menyingkir.

Wahai para politisi ideologis, umat Islam, saksi bagi seluruh manusia:

Saluran Al-Jazeera tidak lain hanyalah gema dari kolonialis kafir Barat. Tidaklah bom kekufuran dilemparkan dari meriam kafir Barat kecuali untuk meruntuhkan keimanan yang tegak berdiri, dan peruntuhannya tidak lain sebagai upaya untuk menghancurkan Islam pada diri kita, dan semua ini tidak lain sebagai bentuk khidmat kepada penjajah dan harga yang harus dibayar sebagai agen penjajah.

Al-Jazeera tidak lain adalah lisan pembohong, akan tetapi bagi umat saat ini, lisannya jujur, kejujurannya benar, dan kebenarannya menginspirasi. Kembalikanlah kepada lisan kejujuran nan luhur, hak amanatnya, dan cahaya inspirasinya. Ya Allah, berikanlah Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan metode kenabian, yang akan menyatakan kebenaran dan memusnahkan kebatilan. “Agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (kesyirikan) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya. (QS. Al-Anfal: 8)”.

Catatan kaki:

*Dahdah artinya si pendek yang gendut, bermakna celaan untuk orang yang serakah.

Diterjemahkan dari Surat Kabar Ar-Rayah edisi 312, terbit pada Rabu, 25 Rabi’ul Awwal 1442 H/11 November 2020 M

Sumber :

https://mediamuslimtimurtengah.wordpress.com/2020/12/09/saluran-al-jazeera-tidak-lain-hanyalah-gema-dari-suara-kafir-penjajah/ https://www.alraiah.net/index.php/political-analysis/item/5612-2020-11-10-21-10-34