August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Agustina (Aktivis Back To Muslim Identity)

Revolusi adalah suatu perubahan mendasar yang bersifat drastis atau cepat. Maksudnya perubahan yang tidak baik menjadi lebih baik lagi, yang berangkat dari sebuah kesadaran. Maka, revolusi akhlak merupakan perubahan mendasar pada akhlak individu, masyarakat, dan pemimpin negeri. Persoalan-persoalan yang terkait dalam revolusi akhlak adalah sikap, tingkah laku atau perbuatan seseorang yang berasal dari hatinya. Di mana hati akan melahirkan sikap atau perbuatan yang baik bersumber dari agama atau ibadah yang dilakukan.

Hal itu bisa dimulai dari perbaikan individu sekaligus perbaikan masyarakat. Hari ini akhlak masyarakat rusak karena diterapkannya sistem sekuler liberal. Agama (Islam) tak lagi jadi pedoman hidup. Islam hanya sebatas terwujud dalam kehidupan pribadi. Itu pun masih tercemar dari rusaknya sistem sekuler. Sebab apa? Karena masyarakatnya juga berakhlak buruk. Apalagi mental pejabat yang jauh dari aturan Islam.

Buktinya, jabatan dan kekuasaan telah melenakan diri. Saat menjabat, nurani mati. Ketika berkuasa, hati tak berempati. Adakah pemimpin hari ini mau meneladani bagaimana cara Nabi Saw. menjalankan pemerintahan? Faktanya, mereka menjalankan negeri dengan mengadopsi demokrasi kapitalis ciptaan Barat yang sangat jauh dari ketentuan syariat.

Oleh karena itu, revolusi akhlak juga mestinya diikuti dengan revolusi sistem. Sebab, akhlak individu dan masyarakat yang buruk adalah akibat diterapkannya sistem kapitalis sekuler. Hari ini boleh jadi revolusi akhlak, selanjutnya adalah revolusi sistem. Yaitu mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam yang merevolusi akhlak manusia. Nabi Saw diutus untuk memperbaiki akhlak. Nabi pun juga diutus untuk memperbaiki sistem jahiliyah saat itu. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan sekarang. Sistem jahiliyah masa kini harus diubah menjadi sistem Ilahiyah yang bersandar pada Al-Qur’an dan Sunah.

Marilah kita tegakan keadilan dan lawan terus kezaliman, ingatlah hanya keadilan bagi seluruh rakyat hanya bisa tegak dengan berdirinya hukum-hukum Allah SWT di muka bumi. Tidak mungkin tercipta keadilan dengan meninggalkan syariah Islam, dan juga telah terbukti yang ada adalah kezaliman.

Selama ini umat merasakan berbagai kezaliman kebutuhan hidup makanan makin sulit dijangkau, layannan publik hanya biasa dinikmati segelintir orang. Walaupun rezim sudah berganti sekian kali, kezaliman mustahil dihilangkan di dalam sistem demokrasi karena demokrasi telah rusak dan cacat dari lahir. Sejak awal asas demokrasi adalah sekulerisme yakni menafikan agama sebagai pengatur kehidupan.Oleh karena itu, ganti demokrasi dengan sistem Islam Insya Allah Indonesia akan mendapatkan keberkahan.

Maka perlawanan terhadap kezaliman rezim demokrasi tidak akan berhenti sampai kemenangan itu datang yaitu dengan penerapan Islam secara kaffah. Sebab tidak ada harapan lagi untuk umat mendapatkan keadilan di sistem sekarang yang hukumnya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hanya segelintir orang yang merasakan keadilan yang hakiki kerena kekuasaan berada pada mereka yang berkuasa dan yang memiliki modal. Jelaslah maraknya kezaliman di dalam rezim demokrasi ini semakin hari semakin kelihatan.

Lantas apa yang harus dilakukan? Pastinya dengan dakwah, dan sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk beramar ma’ruf nahi munkar (menegakkan yang benar dan melarang yang salah). Dalam melakukan dakwah Islam ini yaitu dengan cara menyampaikan pemikiran Islam dengan ahsan (baik). Menyampaikan pemikiran Islam kepada masyarakat, dan pemimpin negeri dilakukan oleh partai politik Islam ideologis dengan berupaya untuk kebangkitan Islam. Hal ini lah yang akan mampu merubah pemikiran masyarakat.

Kebangkitan sebuah peradaban dan membuat perubahan mendasar ialah perubahan pemikiran. Apabila pemikiran Islam sudah masuk  dan diterima oleh masyarakat dan pemikiran demokrasi ala Barat sudah dicampakkan maka terjadilah revolusi yang hakiki. Dan ketika itulah umat Islam memiliki kepemimpinan yang satu yakni Kholifah. Kepemimpinan yang satu wajib bersandarkan pada syariat dan insyaAllah akan mampu mewujudkan keadilan. Menyikapi antusias umat baru-baru ini, seperti merindukan sistem Islam untuk diterapkan diseluruh aspek kehidupan agar mendatangkan keberkahan dari Allah Swt. []

Wallahu’alam Bisshowwab