April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Andy Suryanto (Pengamat Ekonomi)

Dikutip dari Bisnis.com (26/11), China Sepakat Beli 200 Juta Ton Batu Bara RI di 2021. Kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja Pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu. Kesepakatan ini senilai US$1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun.

Komitmen kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) pada Rabu (25/11/2020). Penjualan batubara ini juga disinyalir akan meningkatkan volume perdagangan. Kesepakatan ini sendiri dilaksanakan dalam acara “China-Indonesia Coal Procurement Matchmaking Meeting” yang diselenggarakan secara virtual.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Perdagangan RRT Peng Gang, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RRT untuk RI  Xiao Qian, dan Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun.

Penandatanganan kerja sama antara APBI dengan CCTDA juga dihadiri oleh anggota APBI yang menjadi eksportir batu bara ke RRT yaitu PT Adaro Indonesia, PT Bukit Asam Tbk, PT Kideco Jaya Agung, PT Indo Tambangraya Megah, PT Multi Harapan Utama, PT Berau Coal, dan PT Toba Bara Sejahtera Tbk. 

Di sisi lain, harga batu bara sudah tembus US$ 71/ton. Harga tersebut merupakanharga kontrak futures batu bara termal Newcastle. Kenaikan harga ini menjadi sentimen positif yang mengerek harga komoditas termasuk batu bara dikarenakan beberapa negara sudah memberikan izin untuk menggunakan vaksin. 

Selain itu harga batubara di dunia saat ini berkisar di 50 dollar/ton, tapi Cina membeli batubara dari Indonesia harganya tidak sampai 8 dollar/ton kalau dihitung dengan nilai perjanjian yang ditandatangani yaitu 20,6 triliun untuk 200 juta ton. Dan harga ini sangat murah sekali dan jauh dari harga dunia.

Patut di pertanyakan, kenapa batu bara kita dijual murah sekali? Cina adalah pemilik cadangan batubara nomor empat terbesar di dunia yaitu sebesar 149 miliar ton. Sedangkan Indonesia nomor sepuluh dengan cadangan batubara sebesar 25 miliar ton. Tapi anehnya, Indonesia saat ini adalah eksportir batubara terbesar nomor satu di dunia sedangkan Cina importir batubara terbesar di dunia.

Hal ini dapat terjadi dan diduga karena pemilik perusahaan yang mengekspor batubara dari Indonesia itu kemungkinan juga dimiliki oleh perusahaan yang mengimpornya di Cina. Dan ini merupakan para perusahaan kapitalis global yang ingin mengeruk keuntungan dari negeri-negeri yang tidak berdaulat seperti Indonesia. Belum lagi kemudahan jual beli ini di aminkan oleh para penguasa.

Inilah yang terjadi kalau swasta bermain dalam kekayaan sumber daya alam milik umum, yang rugi adalah rakyat disebabkan penerapan ekonomi kapitalis. Islam telah jelas menyatakan bahwa kekayaan sumber daya alam adalah milik rakyat bukan swasta. Oleh karena itu, kalau mau lepas dari cengkeraman dari para kapitalis maka cukup menerapkan ekonomi Islam dengan negara yang berdaulat dengan menerapkan politik Islam. []

Wallahu’alam