April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Radhiyah Abdullah

Kami menyebutkan di episode pertama bagaimana pemeliharaan kesehatan tidak selamat dari kejahatan kapitalisme, tidak luput dari sistem dan cara hidupnya, dan telah menjadi alat bagi para kapitalis pemilik modal, yang memanfaatkannya -sebagaimana mereka mengeksploitasi segala hak- untuk menghisap darah dan uang pasien yang lemah dan untuk memuaskan nafsu keserakahan dan keinginan mereka yang tidak pernah puas.

Dalam episode ini, kita akan berbicara tentang bagian pertama dari pemeliharaan kesehatan di dalam Daulah Islamiyah. Tetapi di awal kita mengenal dahulu apa itu pemeliharan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan adalah pelaksanaan kesehatan rakyat dengan memonitor dan menjaga kesehatan rakyat dan mengatur urusannya sedemikian rupa sehingga mengarah mencapai kesehatan fisik dan keselamatan mental. Dan itu mencakup pencegahan penyakit sebelum terjadi, dan memonitornya dan pengobatannya jika terjadi, baik di tingkat individu atau masyarakat.

Syariah menjadikan pemeliharaan kesehatan menjadi tanggung jawab negara dan Khalifah secara langsung. Rasul saw bersabda:

«الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ» رواه البخاريّ

“Seorang imam (pemimpin) adalah (laksana) penggembala dan dia bertanggungjawab atas rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Kesehatan termasuk kebutuhan dasar rakyat. Sebab Rasul saw bersabda:

«مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، آمِنًا فِي سِرْبِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا» رواه الترمذي وابن ماجه بسند حسّنه الألبان

“Siapa saja berada di pagi hari sehat jasadnya, aman di komunitas dan dia memiliki makanan harinya itu maka seolah-olah dunia telah dia peroleh” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang dinilai hasan oleh al-Albani).

Rasul saw menjadikan kesehatan sebagai kebutuhan dasar seperti pangan dan keamanan. Dan juga, tidak terpenuhinya pelayanan kesehatan untuk rakyat akan menyebabkan dharar atau bahaya, padahal menghilangkan dharar adalah wajib bagi negara. Rasul saw bersabda:

«لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ»

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”.

Pemeliharaan kesehatan di Daulah Islamiyah dapat dibagi menjadi dua bagian:

Pertama: pemeliharaan kesehatan mental. Kesehatan mental terkait dengan pemenuhan kebutuhan pokok individu, yaitu makanan, pakaian dan perumahan. Adanya kebutuhan ini tanpa terpenuhi bisa mengantarkan kepada kebinasaan. Pemenuhannya secara parsial akan menyebabkan kecemasan psikologis atau depresi kadang-kadang.

Laporan dari Barat sendiri datang untuk mengungkap pengrusakan kapitalisme terhadap kesehatan. Laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan bahwa masalah kesehatan utama di Inggris, Amerika Serikat dan Kanada adalah penyakit mental dan psikologis. Dan bahwa sejak krisis keuangan global tahun 2008, kebijakan-kebijakan yang memperkuat perpecahan, ketimpangan dan isolasi sosial telah menyebabkan dharar yang luas untuk kesehatan mental warga di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan pada 12/4/2019 bahwa hasil penelitian mental yang dilakukan terhadap orang-orang di daerah konflik bersenjata dan perang menunjukkan bahwa 20% dari mereka menderita depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma, gangguan bipolar, atau skizofrenia. Dan hasil ini menyoroti dampak jangka panjang dari krisis yang muncul dari perang di negara-negara seperti Afghanistan, Irak, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa di dunia sekarang ini, lebih dari 300 juta orang menderita depresi, dan sekitar 800 ribu orang yang depresi itu melakukan bunuh diri setiap tahun. Dan bunuh diri itu sekarang menjadi penyebab utama kematian kedua di dunia di antara orang-orang yang berusia antara 15 dan 29 tahun, atau menuju kehidupan kriminal. Skizofrenia diderita oleh lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia, setengahnya tidak menerima pelayanan untuk kondisi ini.

Begitulah, menjadi jelas bagi kita bahwa persentase penyakit mental semakin berkorelasi dengan sejauh mana kapitalisme diterapkan sebagai sistem di negeri tersebut, dan sejauh mana individu mempercayainya sebagai ideologi.

Kami cukupkan di sini ini dan, insya’a Allah, kami akan melanjutkan di episode berikutnya, bagaimana Daulah Islamiyah menangani bidang kesehatan mental.[]

Sumber :  http://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/radio-broadcast/others/71348.html