April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Radhiyah Abdullah

Penutup:

Kita selama tiga puluh dua episode membahas dasar-dasar, tujuan dan beberapa aspek pemeliharaan kesehatan di Daulah Islamiyah, yang terpancar dari hukum-hukum Islam dan ide-idenya dibangun di atas dasar Akidah Islamiyah. Dan pada saat yang sama kami memaparkan contoh-contoh pemeliharaan oleh sistem kapitalis yang selalu berkoar-koar dengan sistem administrasi, sistem kesehatan dan medis, serta berbagai penemuan, inovasi dan kemampuannya menangani krisis dan bencana, kami paparkan fakta tentang rusak dan kinerja buruk serta buruknya menejemen sistem kapitalisme dalam menjalankan kesehatan rakyatnya serta kelemahan dan kemerosotan yang melingkupinya. Aspek kemanusiaan maupun kesehatan tidak ada dalam perhatian para kapitalis. Negara-negara di dunia mengelola krisis Corona dari sudut pandang kapitalisme sekuler semata. Mereka menggunakan pandemi untuk meloloskan kebijakan mereka dan menumpuk kekayaan mereka. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh American Institute of Political Studies, bahwa selama periode tindakan isolasi umum di Amerika Serikat, kekayaan orang terkaya di AS melonjak setara dengan setengah triliun dolar, dan sebaliknya sebanyak 42,6 juta pekerja mengajukan tunjangan pengangguran.

Pentingnya pemeliharaan kesehatan di Daulah Islamiyah dan efeknya tampak menonjol ketika kita mengingat mereka yang kekurangan fasilitas air dan sanitasi paling dasar, ketika kita mengingat mereka yang meninggal karena kelaparan dan sakit, dan mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan yang mana mereka menghabiskan berhari-hari dan berbulan-bulan tanpa menemukan apa pun yang dapat membungkam rasa lapar mereka. Semua itu masih ada mereka yang tidak punya tempat tinggal, dan jika pun tersedia tempat penampungan itupun bersifat sementara, tidak aman dan tidak memiliki layanan dasar. Kita ingat bahwa seperlima populasi dunia tidak memiliki layanan kesehatan dasar yang biasa sekalipun. Kita mengingat semua ini dan mengingat bahwa kapitalisme merampas elemen paling dasar kehidupan dari kebanyakan orang di bumi, dan menggantinya dengan kesengsaraan dan kenestapaan menggunakan konsepsi-konsepsinya.

Negara-negara kapitalis memperhatikan uang untuk memperbanyaknya. Mereka tidak memandang keluarga untuk menjamin kebutuhan dasar mereka akan pangan, sandang dan papan yang sangat mereka butuhkan sebagai kebutuhan pokok. Sebagaimana mereka juga tidak melihat kebutuhan dasar masyarakat dalam hal keamanan, kesehatan dan pendidikan. Sementara kita melihat bahwa Islam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar manusia secara penuh dan menjadikan pemenuhannya itu sebagai hak bagi setiap orang yang mereka dapatkan sebagai salah satu hak yang harus mereka dapatkan. Imam Ahmad telah meriwayatkan di dalam Musnad dari Utsman bin Affan ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

«كُلُّ شَيْءٍ سِوَى ظِلِّ بَيْتٍ وَجِلْفِ الْخُبْزِ وَثَوْبٍ يُوَارِي عَوْرَتَهُ وَالْمَاءِ، فَمَا فَضَلَ عَنْ هَذَا فَلَيْسَ لابْنِ آدَمَ فِيهِ حَقٌّ»

Segala sesuatu selain teduhan sebuah rumah, dan sepotong roti dan pakaian yang menutupi auratnya dan air, apa yang lebih dari itu maka tidak ada hak bagi anak Adam”.

Demikian juga, Islam telah memerintahkan negara menyediakan pelayanan kesehatan dan pengobatan dan apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali kesembuhan dan pelayanan medis berupa klinik dan rumah sakit sebagai pengamalan sabda Nabi saw:

«الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ» أخرجه البخاري عن عبد الله بن عمر

“Imam adalah laksana penggembala dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya” (HR al-Bukhari dari jalur Abdullah bin Umar).

Dalam seri pembahasan ini, kami telah membahas dan menjelaskan secara ekstensif bagaimana kapitalisme dan Islam memandang pemeliharaan kesehatan, dan bagaimana mengurus rakyat menurut pandangan itu.

Pemeliharaan urusan masyarakat tidak terbatas pada bidang kesehatan saja. Melainkan juga harus diberikan pelayanan pendidikan yang diperlukan dalam segala perkara kehidupan beragama dan duniawi. Tidak ada kehidupan, kemajuan dan kepemimpinan untuk dunia tanpa ilmu. Dan karena pentingnya pendidikan, kita melihat bagaimana Rasul saw menjadikan tebusan tawanan perang dari kaum kafir berupa mengajarkan baca tulis kepada sepuluh orang anak-anak kaum Muslim dan membayar tebusannya dari ghanimah yang merupakan milik semua kaum Muslim … Dan bagaimana para Sahabat, ridhwanullah ‘alayhim dengan suara bulat (ijmak) setuju untuk memberi para guru sejumlah uang dari Baitul Mal sebagai upah untuk mereka.

Adapun kebutuhan dasar masyarakat yang ketiga yang harus dipenuhi oleh negara adalah keamanan dan rasa aman. Sehingga sebuah dar menjadi Dar al-Islâm, disyaratkan Daulah Islamiyah itu keamanannya harus ada di tangan Daulah yaitu keamanannya dengan keselamatan kaum Muslim. Dan akankah negara bisa mempertahankan keberadaan dan kekuatannya jika tidak dapat menjaga keamanannya sendiri!? Itulah sebabnya Rasulullah saw ketika beliau memberi tahu kaum Muslim tentang Dar al-Hijrah mereka, beliau menyebutkan keamanan sebagai yang pertama dari apa yang beliau sebutkan. Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya di Mekah dalam apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dalam Sirah Ibni Ishaq:

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ لَكُمْ إِخْوَاناً وَدَاراً تَأْمَنُونَ بِهَا». كما أن الأنصار عندما استقبلوا رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) وصاحبه أبا بكر، قالوا لهما أول ما قالوا: انْطَلِقَا آمِنَيْنِ مُطَاعَيْنِ»

“Sungguh, Allah azza wa jalla telah menjadikan untuk kalian saudara, dan dâr  yang kalian merasa aman dengannya”. Sebagaimana kaum Anshar ketika menyambut Rasulullah saw dan sahabatnya Abu Bakar ra, mereka mengatakan kepada Rasul saw dan Abu Bakar ra yang pertama dari apa yang mereka katakan: “pergilah Anda berdua berangkat dengan  aman dan ditaati”.

Oleh karena itu Daulah wajib melakukan ri’ayah dengan baik dan mengelola berbagai kemaslahatan umat dengan apa yang membuat mereka baik dan Daulah menjadi ibarat wali yatim. Jadi Daulah wajib memberikan keamanan, pengobatan dan pendidikan kepada rakyat semuanya. Sebab siapa yang semua itu tersedia baginya, jadilah seperti dia mendapatkan dunia. Rasulullah saw bersabda:

«مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا»

“Siapa saja di antara kamu bangun pagi adalam keadaan aman di komunitasnya sehat tubuhnya dan dia memilki makanan harinya itu maka seolah-olah dunia telah diraihnya”.

Ada perbedaan antara kekayaan dan kemiskinan. Kapitalisme adalah penyakit yang menimpa tubuh manusia, sehingga membuatnya sakit dan habis kekuatannya. Dan kita telah melihat bagaimana negara-negara di dunia, di tengah pandemi Corona, hidup di antara dua ketakutan: kelaparan dan penyakit. Orang kafir hidup untuk dunianya dan tidak ada tempat di dalam benaknya untuk apa setelah kehidupa dunia. Dia hidup dalam kesombongan terhadap seluruh umat dan peradaban. Dia tidak melihat peradaban yang layak bagi manusia kecuali peradabannya yang sakit dan rusak, yang membuat manusia tidak mendapatkan hingga kebutuhan pokok dan dasar yang paling minim sekalipun, mewariskan ketakutan, kelaparan dan penyakit kepada mereka.

Maka wahai orang yang terpedaya oleh kapitalisme yang penuh kebencian dan berjalan di belakangnya secara paksa atau suka rela, ketahuilah bahwa sistem kapitalisme tidak akan menjamin untuk Anda sebuah kehidupan yang layak dan tidak akan berdiri bersama Anda dalam kesulitan dan ujian. Sejarahnya merupakan bukti terbesar atas hal itu. Dan apa yang Anda lihat dan Anda alami di tengah pandemi ini merupakan bukti yang meyakinkan. Dan Daulah Khilafah ar-Rasyidah yang berjalan menurut manhaj kenabian yang pasti tegak dalam waktu dekat insya’a Allah, adalah penyelamat, dan itu merupakan keadilan, cahaya dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Maka kepada perjuangan untuk menegakkannya, kami menyeru Anda, maka tidakkah Anda memenuhi seruan itu?

﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ﴾ [الأنفال: 24]

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu” (TQS al-Anfal [8]: 24) .[]

Sumber :

http://www.hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/latest-articles/71962.html