April 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com – Utang Pemerintah Trump membengkak akan menjadi 107% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023 dan ini merupakan tertinggi dalam sejarah bangsa AS.

Sebagaimana di lansir melalui laman CNBC (3/9) Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO) melaporkan bahwa utang pemerintah Amerika Serikat (AS) akan melampaui ukuran ekonomi Amerika tahun depan.

“Utang yang membengkak akibat meningkatnya pengeluaran defisit untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19), akan menggunung,” tulis laporan CBO yang diterbitkan pada Rabu (2/9/2020), melalui AFP yang dikutip CNBC.

CBO juga mengatakan perkiraan terbaru memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, utang AS akan sama dengan 109% dari PDB.

Di sisi lain, menurut pengamat ekonomi Dwi Condro, Ph.D, yang dikutip melalui majalah Al-wai’e edisi April 2020 sudah memperkirakan bahwa dunia saat ini tengah memasuki krisis.

Penyebab krisis tersebut ada dua faktor, pertama akibat terjadinya wabah pandemi, dan kedua karakter sistem ekonomi kapitalis memang rentan terhadap krisis.

“Sebab pondasi sistem ekonomi kapitalis itu memang dibangun dari struktur ekonomi yang semu, atau sektor non-riil. Bukan ekonomi sektor riil.” ujar beliau melalui wawancara dengan redaksi Al-waie.

Namun yang akan mengalami dampak adalah negara-negara yang paling lemah secara ekonomi hingga ke negara yang kuat.

“Jika krisis ini terus berlangsung maka negara-negara yanh paling lemah secara ekonomi dan sumberdaya alamlah yang jadi korban paling awal. Selanjutnya akan merembet ke negara yang lebih kuat.” tegas beliau.

Defisit anggaran AS tahun 2020 ini diperkirakan meningkat tiga kali lipat menjadi US$ 3,3 triliun (sekitar Rp 48.741 triliun, asumsi Rp 14.770/US$) atau 16% dari PDB. Angka ini terbesar sejak tahun 1945.

Sebelumnya, AS mengalami resesi teknikal. Laporan dari Departemen Perdagangan AS yang dirilis Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International menyatakan jika perekonomian negeri Paman Sam tercatat -32,9% pada periode April – Juni. Kontraksi ini jauh lebih tajam dari kuartal I yang tercatat -5%. (WI)