October 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com – Di kutip dari Mediaumat.news (23/9), melalui alat analisis yang ada dan mutakhir yaitu metode Praid (analisis teknik penerjemahan kalimat yang merepresentasikan tuturan) memastikan ujaran yang dilakukan Ali Baharsyah sama sekali tidak mengandung ujaran kebencian.

Hal ini disampaikan Dr. Aceng Ruhendi Syaifullah, saksi ahli linguistik forensik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada sidang aktivis Islam dan aktivis kemanusiaan, Ali Baharsyah di Pengadilan Negeri jakarta Pusat, Selasa (22/9/2020)

“Jadi saya memastikan dengan alat analisis yang ada dan mutakhir yaitu metode Praid itu bisa menunjukkan bahwa ujaran yang dilakukan oleh terdakwa itu sama sekali tidak mengandung ujaran kebencian,” ujar Aceng kepada Mediaumat.news yang dikutip oleh Beranda Islam.

Aceng menilai bahkan apa yang dilakukan oleh terdakwa adalah suatu kepeduliannya melampaui batas-batas negara yaitu nasib saudara Muslim Uighur, yang diperlakukan secara zalim oleh pemerintah komunis Cina.

“Bahkan hal-hal ini yang sebetulnya membuat munculnya pernyataan yang dilakukan oleh saudara Ali ini. Justru ini penting untuk menjadi acuan kita bersama bahwa walaupun pahit kebenaran itu harus dikemukakan. Kalau toh ini sebuah kesalahan, kesalahan saudara Ali hanya satu yaitu dia mengungkapkan kebenaran,” lanjutnya.

Aceng juga mengatakan bahwa kesaksiannya di pengadilan adalah objektif berdasarkan data-data keilmiahannya dan ia bertanggung jawab dunia dan akhirat.

“Saya sudah melaksanakan tugas keilmiahan saya, dan tanggung jawab saya Insyaallah dunia akhirat. Saya berusaha objektif berdasarkan data-data yang muncul ke permukaan, sebagaimana yang dituduhkan oleh kejaksaan,” pungkasnya. []

(WI)