June 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

EDITORIAL HARI RAYA IDUL FITRI 1442H

BerandaIslam.com — Bulan suci Ramadhan 1442H berlalu, umat Islam menyambut hari raya kemenangan Hari Raya Idul Fitri 1442H. Akan tetapi, berbagai kondisi bangsa dan negeri-negeri kaum Muslimin masih sangat megkhawatirkan. Di tengah pandemi yang tak kunjung usai, ditambah penanganannya yang tidak jelas memperbanyak deret permasalahan negeri ini. Kasus korupsi semakin menjadi, perampokan sumber daya alam tiada henti, kebijakan dan kezhaliman kepada ulama dan umat Islam terus terjadi.

Apabila kita memperhatikan masyarakat dan berbicara dengan mereka tentang realitas dan kondisi umat, maka mereka akan menyimak dengan penuh perhatian. Mereka juga ikut merasakan negeri ini telah mengalami kerusakan yang sangat luar biasa. Mereka juga menginginkan suatu perubahan. Sehingga perubahan menuju Islam tidak bisa terelakkan.

Perubahan menuju Islam berarti penerapan syariah di dalam bingkai negara (Khilafah). Namun masyarakat belum dapat menjangkau perubahan yang revolusioner tersebut. Karena disebabkan oleh rasa putus asa dan frustasi yang telah mendominasi pikiran masyarakat. Mereka memahami bahwa perubahan itu adalah sesuatu yang sulit, dan juga sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

Hal ini terjadi karena mereka melihat kepada barat. Barat sebagai penjajah dengan antek-anteknya telah memiliki semua kekuatan serta mengontrol semua aspek kehidupan di negeri-negeri Muslim. Mereka juga menguasai dan mengendalikan angkatan perang dan tentara kaum Muslimin yang mereka jadikan alat untuk menjaga kekuasaan. Padahal tentara-tentara Muslim seharusnya membebaskan negeri-negeri yang sedang mengalami penjajahan.

Di sisi lain, umat Islam juga merasa kehilangan kepercayaan terhadap kekuasaan yang selama ini diperjuangkan melalui demokrasi. Namun karena rasa putus asa dan frustasi yang mendalam serta taraf berfikir yang rendah tetap saja umat terjebak kepada konsep trias politica tersebut.

Untuk mengatasi keputusasaan umat perlu mengedepankan pemikiran dan pemahaman bahwa apa yang dimiliki Barat terhadap kekuasaan yang memungkinkan mereka melakukan apapun dengan kekuatan kekuasaan tersebut juga telah dan akan dimiliki oleh umat Islam. Bahkan kekuatan umat Islam jauh lebih besar lagi karena bersandarkan kepada asas ideologi Islam.

Umat Islam telah hidup selama lebih dari satu abad dalam kondisi terjajah. Kekuatannya ditangguhkan di dalam kungkungan kolonialisme. Harus disadari pula bahwasanya kekuatan Barat penjajah terletak pada eksploitasi kekayaan negara-negara yang dijajahnya, terutama negeri-negeri Muslim.

Sedangkan orang-orang yang mengabdi kepada Barat telah menjadikan umat Islam dan para pemuda di bawah perintah untuk bekerja dan mengabdi kepada keputusan penguasa yang telah menempatkan diri mereka sebagai agen kolonialisme, di kepala mereka hanyalah kekuasaan saja. Hingga saat waktunya tiba, para penguasa dan lingkungan politik sekuler akan tersingkirkan, perintah-perintah kepada umat dan para pemuda pun akan berhenti, layanan kolonial pun berhenti, disitulah kekuatan mereka akan terguncang, serta kekuasaan akan mengalami perubahan.

Umat harus menyadari bahwa lingkungan politik sekuler yang telah mengatur negeri-negeri kaum Muslim saat ini tidak memiliki akar yang mendalam di tengah-tengah umat. Dengan kata lain apabila Allah SWT menginginkan kemenangan-Nya untuk menegakkan kekuasaan Islam, yang dideklarasikan kepada seluruh negeri dengan pondasi yang kokoh, maka Khilafah akan menerapkan aturan Islam dan mengambil tindakan yang amat sangat cepat. Hal ini saja sudah cukup untuk mengganggu dan membingungkan bagi kepentingan Barat.

Umat Islam harus memahami bahwa perubahan harus berlepas diri dari barat dan tidak boleh bercampur dengan berbagai kepentingan kolonialisme dan organisasi-organisasi mereka, karena negara Khilafah hanya milik umat Islam. Sehingga suasana keimanan akan menyatukan pemikiran dan perasaan dan mendorong mereka untuk mempertahankan kemunculannya.

Kemudian yang memiliki pikiran negatif akan merasa takjub. Seluruh umat telah menjadi kekuatan untuk menghadapi siapa saja yang menghalangi perubahan. Sebagai contoh peristiwa perubahan kepemimpinan di Tunisia beberapa tahun lalu. Beberapa hari sebelum rezim Ibn Ali digulingkan, bahkan di awal revolusi, orang-orang mengira bahwa menggulingkannya dari kekuasaan adalah sesuatu yang mustahil. Akan tetapi gelombang dengan cepat terjadi di negara itu yang mengubah kekuasaan. Perubahan tetap berlangsung meskipun tidak ada kepemimpinan dengan program pemerintahan pasca-revolusi.

Sedangkan untuk perubahan menuju kehidupan Islam, umat sudah sangat siap dengan hadirnya kepemimpinan baru yang telah memiliki program yang mendetail dan lengkap. Ya, visi perubahan harus dibawa lebih dekat ke dalam benak umat. Walaupun berbagai ancaman, tantangan dan hambatan akan selalu menghadang.

Ketika Khilafah muncul maka akan segera menutup kedutaan dan mendeportasi karyawannya yang berkaitan dengan negara penjajah. Khalifah juga akan menutup selat, untuk sementara waktu, memutus komunikasi, dan memutuskan berbagai perjanjian bahkan sampai dengan membatalkan, menyetujui atau mengubah  perjanjian yang ada. Semuanya akan ditinjau agar sesuai dengan syariah. Khalifah juga akan menyatukan seluruh negeri-negeri Muslim di dunia.

Barat penjajah akan terkejut setiap hari, bahkan setiap jam. Kekuatan umat tidak bisa dihitung dan diperkirakan. Negara-negara kolonial akan memandangnya sebagai penipu hukum internasional dan sebagai sumber terorisme padahal keberadaannya untuk melakukan perubahan dan pembebasan dunia dari kolonialisme dan sekulerisme.

Barat dan Timur tidak akan berani menghadapi kaum Muslimin, bahkan ketika mereka tanpa senjata sekalipun. Pengalaman di Afghanistan, Irak dan Suriah serta Palestina cukup menjadi pukulan telak bagi barat. Perang di negara-negara Muslim saat ini hanya karena barat telah mengadu domba antara umat Islam yaitu dengan proxy war. Pendanaan, pengawasan, dan bahkan pembiayaan berasal dari umat Islam sendiri yang dilakukan oleh para penguasa antek.

Maka dari itu barat akan berpikir seribu kali sebelum berhadapan dengan umat Islam. Karena di saat waktunya tiba tidak akan sama seperti orang-orang kemarin, dan para penguasanya juga tidak akan seperti penguasa-penguasa masa lalu. Umat Islam juga tidak akan seperti masa sebelumnya.

Pemboikotan pun akan sulit dilakukan oleh barat. Karena umat Islam telah memiliki pertanian, perikanan, dan peternakan yang memadai, serta industrialisasi akan segera dimulai dan segera bekerja untuk mendirikan pabrik-pabrik besar alat-alat berat di berbagai bidang. Umat Islam juga memiliki para penemu dan pencipta, dan jutaan pemuda yang akan diberdayakan untuk membangun negeri.

Akan tetapi yang paling utama ialah umat Islam memiliki Allah SWT yang Maha Perkasa dengan tentaranya yang tidak ada mengetahui selain Dia saja. Umat Islam juga memiliki Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman dan rujukan apabila menghadapi permasalahan. Semua itu adalah pegangan yang paling kuat, yaitu kekuatan spiritual. Umat Islam juga memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan seluruh dunia sebagai penopang kebutuhan di dalam negeri dan negara-negara lain.

Bahkan umat Islam ​​akan berjihad di bawah perintah yang ikhlas dan tulus, perjuangannya hanya untuk Allah SWT bukan karena tanah air atau nasionalisme, bukan pula untuk menjajah atau menjarah. Mereka akan membebaskan dunia dari penjajahan kolonialisme dan memberantas mereka hingga ke akar-akarnya hanya dengan pertolongan Allah SWT.

Begitulah potensi dan kekuatan umat Islam yang tidak ada habisnya. Oleh karena itu umat Islam telah memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melakukan perubahan dan siap dengan perubahan tersebut untuk memimpin dunia. Hal inilah yang perlu disampaikan ke tengah-tengah umat agar tergambarkan perubahan yang hakiki, sehingga meraih kemenangan di masa-masa Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun mendatang.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٥٥.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [TQS. An-Nur 55][]

Wallahu’alam Bisshowwab

Kami segenap crew dan dewan redaksi BerandaIslam.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Semoga Amal Ibadah Puasa Kita Diterima Allah SWT.