December 6, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Fatmawati (Pontianak-Kalbar)

Penyakit Rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh Virus (lyssa virus). Penyakit ini menyerang manusia dan hewan. Untuk di Kalbar sendiri ada beberapa kasus rabies yang menyerang hingga menyebabkan kematian karena telat penanganannya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalbar Muhammad Munsif mengatakan dari 10 sampel kepala HPR atau hewan pembawa rabies yang dominan adalah anjing yang diuji laboratorium dengan metoda FAT. “Seluruhnya or 100 persen positif carier virus rabies,”. “Korban gigitan hewan penular rabies (HPR) sebanyak 1.260. Sedangkan hewan penular rabies yang menggigit berjumlah 1.211. Sepanjang 2022 1 Januari hingga Agustus 2022 sebanyak 7 orang meninggal (tribunpontianak.co.id, 03/09/2022 ).

Ironisnya, kesadaran masyarakat masih rendah untuk melakukan langkah penanganan penyakit rabies. Sehingga masyarakat masih melakukan penanganan secara alternatif. Sehingga masih banyak korban yang berjatuhan karena tidak mampu melawan virus.

Saat ini pemerintah hanya bisa memberikan tips untuk mencegah penyakit rabies yaitu Human rabies immune globulin (HRIG) dan vaksin rabies dapat diberikan sebagai pencegahan setelah terpapar virus rabies. Kombinasi ini diberikan pada hari pertama terjadinya paparan.

Selanjutnya, vaksin rabies bisa diberikan lagi pada hari ketiga, ketujuh, dan keempat belas setelah terpapar rabies. Bagi orang-orang yang sudah mendapat vaksinasi rabies sebelumnya, cukup diberikan vaksin rabies saja. Dalam pelayanan kesehatan Islam bisa dibagi ke dalam tiga aspek.

Pertama pembudayaan hidup sehat

Sehari-hari dibiasakan untuk melakukan hidup sehat. Sehebat apapun penemuan dalam teknologi kesehatan, hanya akan efektif menyehatkan masyarakat bila mereka sadar hidup sehat, kemudian menggerakkan penguasa membangun infrastruktur pencegah penyakit dan juga fasilitas bagi yang terlanjur sakit.  Para tenaga kesehatannya juga orang-orang yang profesional dan memiliki integritas. Bukan orang-orang dengan pendidikan asal-asalan.

Kedua Pemajuan Ilmu dan Teknologi Kesehatan

Kaum Muslim secara sadar melakukan penelitian-penelitian ilmiah di bidang kedokteran secara orisinal dan memberikan kontribusi yang luar biasa di bidang kedokteran. Rasulullah saw. adalah inspirator utama kedokteran Islam.  Meski beliau bukan dokter, kata-katanya yang terekam dalam banyak hadis sangat inspiratif, semisal, “Tidak ada penyakit yang Allah ciptakan, kecuali Dia juga menciptakan cara penyembuhannya.” (HR al-Bukhari).

Ketiga Penyediaan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan

Kebersihan kota menjadi salah satu modal sehat selain kesadaran sehat yang diwujudkan melalui program pendidikan. Negara juga membangun rumah sakit hampir di semua wilayah kota daulah Khilafah (red_Negara Islam). Dan negara juga akan memfasilitasi dengan membentuk wakaf yang menjadikan makin banyak madrasah dan fasilitas kesehatan bebas biaya.[]

Wallahu’alam