October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Berandaislam.com – Khilafah adalah ajaran Islam kembali ditegaskan oleh Ustadz M.Ismail Yusanto dalam Program Apa Kabar Indonesia TV One, Selasa (25/08/2020).

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa khilafah itu adalah bagian dari ajaran Islam yang sangat jelas gitu dan kalau di sana disebutkan tadi, saya sebutkan yang sederhana sajalah, kitab fikih yang diajarkan di madrasah Aliyah sampai sebelum akhirnya digeser kepada materi tarikh itu, itu disana dikatakan Fardu kifayah” ujar beliau ketika diminta untuk menyampaikan closing statement diakhir acara.

Program Apa Kabar Indonesia Malam TV One pada selasa (25/08) malam kemarin menghadirkan 4 narasumber diantaranya Nuruzzaman, Ismail Yusanto, Chandra Purna Irawan, dan Arteria Dahlan. Acara ini diselenggarakan karena untuk menanggapi peristiwa penggerudukan rumah seorang berinisial AH yang di-sweeping oleh Banser pada tahun baru Islam, Kamis (20/08) lalu. Beliau dianggap telah mengajarkan paham Khilafah.

Namun Ismail Yusanto kembali menegaskan bahwa Khilafah adalah fardhu kifayah dan merupakan perintah Allah SWT, jadi barang siapa yang mengatakan Khilafah itu sesat akan berhadapan dengan Allah SWT.

“Jadi siapa saja yang mengatakan bahwa khilafah itu sesat, khilafah itu bukan ajaran islam, dia akan berhadapan dengan pemilik ajaran itu, itulah Allah subhanahu wa ta’ala. Dan siapa saja Muslim yang mengatakan begitu, semestinya tidak. Tidak pantas dilakukan itu, karena apa? Karena setiap Muslim pasti memahami bahwa fardhu kifayah itu adalah fardu bagi seluruh kaum Muslimin dan itu jelas sekali.” jelas Ismail Yusanto.

Sebagai Juru Bicara Hizbut Tahrir sebelum BHP-nya dicabut oleh rezim, beliau juga menjelaskan bahwa pembubaran suatu ormas bukanlah menunjukkan benar atau salah, tetapi hanya karena bertentangan dengan rezim yang berkuasa saja.

“Karena itulah, maka tidak selayaknya juga seorang muslim itu menghalangi dakwah saudaranya yang lain. Kalo soal dibubarkan Masyumi juga dibubarkan, apakah otomatis Masyumi itu salah? Itu kan soal tindakan zalim dari sebuah rezim. Jadi pembubaran tersebut tidak membuktikan apa-apa kecuali bahwa itu tidak disukai oleh rezim itu saja. karena banyak juga partai yang salah, partai yang korup dibiarkan saja, malah diberi kekuasaan luar biasa. Apakah tidak dibubarkan itu berarti mereka benar? nggak juga.” ungkapnya.

“Karena itu, menurut Islam ukuran benar atau tidak bukan karena dibubarkan atau tidak. Ukuran benar atau tidak menurut Islam adalah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak? kalo dia sesuai dengan Alquran, hadis, ijma’, qiyas maka itu dia benar meskipun mungkin diberbagai tempat tidak diterima, itu kan soal Bagaimana orang memahami ya, wong Nabi saja juga dihalangi begitu rupa bahkan dituding sebagai orang gila segala macam.” ujar  beliau diakhir pernyataan. (WI)